Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lewis Hamilton Hadapi Kesulitan Besar di Ferrari, Belum Pernah Naik Podium Musim Ini

Hamilton Akui Tahun Pertama Penuh TantanganHamilton Akui Tahun Pertama Penuh Tantangan
BERJALAN: Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton (tengah), berjalan di jalur pit selama sesi kualifikasi sprint menjelang Grand Prix Formula Satu Qatar di Sirkuit Internasional Lusail

BANYUMASEKSPRES.ID, Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa tahun pertamanya bersama Ferrari sebagai musim yang paling menantang sepanjang kariernya di Formula 1.

Setelah menghadapi Grand Prix Qatar yang penuh kesulitan, Hamilton menggambarkan pengalamannya dengan tim asal Italia tersebut sebagai salah satu perjalanan terberat yang pernah ia lalui.

Akhir pekan di Qatar menjadi mimpi buruk bagi pembalap Inggris ini karena gagal melaju dari sesi kualifikasi pertama (SQ1) atau Q1 dan mengalami kesulitan besar selama balapan.

Sirkuit yang sulit untuk menyalip memperburuk posisinya, menambah tantangan tersendiri dalam kariernya.

Kegagalan Hamilton untuk meraih poin di GP Qatar membuat posisinya terancam oleh pembalap muda berbakat, Kimi Antonelli.

Jelang GP Abu Dhabi, hanya dua poin yang memisahkan Hamilton dari Antonelli di klasemen sementara.

Ini merupakan situasi yang jarang dialami oleh Hamilton, yang sepanjang kariernya belum pernah finis di luar enam besar klasemen akhir.

Dalam sebuah pernyataan kepada awak media, Hamilton mengungkapkan perasaannya mengenai balapan tersebut.

“Saya merasa baik-baik saja,” ungkapnya.

“Lap pertama cukup bagus dan saya bisa menyalip beberapa posisi, tapi saya benar-benar kurang beruntung saat safety car. Saya menikmatinya sebisa mungkin,” akunya.

Musim ini juga merupakan salah satu yang paling sulit bagi Hamilton secara pribadi. Kepindahannya ke Ferrari belum memenuhi harapan, dan ia masih berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan di Maranello.

Selama 23 balapan pertamanya bersama Ferrari, Hamilton belum sekalipun naik podium, sebuah rekor yang tidak diinginkan bagi pembalap sekelas tim kuda jingkrak.

Sementara itu, rekan setimnya Charles Leclerc telah berhasil meraih tujuh podium musim ini, menunjukkan kontras performa antara kedua pembalap Ferrari tersebut.

Keadaan ini semakin diperparah dengan performa mobil Ferrari SF-25 yang digunakan Hamilton pada musim 2025.

Mobil tersebut terbukti mengecewakan, gagal menunjukkan keunggulan dan justru bermasalah sejak awal musim.

Hamilton menyatakan bahwa mobil SF-25 memaksa dirinya dan Leclerc untuk “angkat kaki dan melaju pelan” dalam banyak balapan karena kurangnya daya saing.

Dalam GP Qatar misalnya, Ferrari terlihat sebagai mobil yang paling sulit dikendarai bahkan oleh Leclerc sekalipun.

Mengomentari musim pertamanya bersama Ferrari, Hamilton berbagi pandangannya tentang perubahan yang harus dilakukan oleh tim untuk meningkatkan performa mereka di masa mendatang.

“Ini jelas tahun paling menantang, baik di dalam maupun di luar mobil,” katanya.

Ia menekankan pentingnya perbaikan secara menyeluruh untuk musim 2026 mendatang.

“Saya memiliki begitu banyak catatan terkait hal-hal yang perlu kami perbaiki,” lanjutnya.

Hamilton optimistis bahwa jika semua catatan tersebut dieksekusi dengan baik, maka peningkatan performa dapat dicapai.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada alasan mengapa tim tidak bisa melakukan perbaikan jika memang bersedia mengejar kemajuan tersebut.

Meski menghadapi tantangan besar selama musim pertamanya bersama Ferrari, semangat dan tekad Hamilton untuk bangkit tetap tinggi.

Pembalap bergelar ‘Sir’ ini yakin bahwa masa depan akan membawa hasil yang lebih baik jika mereka bekerja keras dan melakukan perubahan tepat waktu.

Di tengah segala kesulitan yang dihadapi selama musim ini, Lewis Hamilton tetap menjadi sosok inspiratif bagi banyak penggemar olahraga balap di seluruh dunia.

Dedikasinya pada olahraga ini dan tekadnya untuk bangkit dari kesulitan menambah kekaguman terhadap dirinya sebagai seorang juara sejati.

Pada saat bersamaan, kesuksesan Charles Leclerc memperlihatkan potensi luar biasa yang dimiliki tim Ferrari jika berhasil menangani masalah teknis dan strategi balap mereka dengan lebih baik ke depannya.(*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Persibas Komitmen Perkuat Keamanan

Persibas Banyumas Perkuat Keamanan Setelah Insiden Antar Suporter Knight Rebel dan Bombastic

Berita Selanjutnya
Bansos ATENSI YAPI

Cek Sekarang! Bansos ATENSI YAPI Desember 2025 Mulai Cair, Ini Panduannya