BANYUMASEKSPRES.ID, Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga pada Minggu (21/12/2025) sore memicu terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Danareja, Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu.
Material longsoran menutup total akses jalan desa yang selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) terisolasi karena tidak dapat melintasi jalur yang tertimbun longsor, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, membenarkan bahwa longsor terjadi akibat kontur tanah yang labil diperparah curah hujan tinggi.
Ia menyebutkan bahwa jalan yang tertutup longsoran merupakan jalur vital yang juga berfungsi sebagai jalan usaha tani bagi warga setempat.
“Akibat longsor ini, akses jalan terputus sehingga sekitar 12 rumah warga tidak bisa dilalui kendaraan maupun untuk aktivitas sehari-hari,” kata Fahmi saat meninjau lokasi longsor.
Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak pada sektor pertanian warga Desa Danasari.
Saluran irigasi persawahan ikut rusak sehingga sekitar 25 hektare lahan pertanian terancam mengalami kekeringan apabila tidak segera ditangani oleh pemerintah daerah.
Pemkab Purbalingga Siapkan Jembatan Darurat
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Salah satu langkah cepat yang diambil adalah membuka jalur alternatif sementara berupa jalan setapak di tepi longsoran.
“BPBD sudah membuat akses jalan darurat sementara yang hanya bisa dilalui pejalan kaki, sambil menunggu pembangunan jembatan darurat,” ujar Fahmi.
Jalur tersebut dibuat dengan persetujuan pemilik lahan setempat dan bersifat sementara demi menjaga keselamatan warga.
Lebih lanjut, Pemkab Purbalingga memastikan akan membangun jembatan darurat jenis krapyak agar konektivitas warga kembali terhubung.
Pembangunan jembatan ini direncanakan melibatkan dukungan lintas sektor, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Nantinya pemerintah daerah akan membantu penyediaan jembatan darurat supaya akses warga bisa segera dilalui kembali,” kata Fahmi.
Jembatan tersebut diharapkan dapat digunakan sementara sambil menunggu pembangunan permanen. Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga juga akan menangani kerusakan saluran irigasi yang terdampak longsor.
Solusi sementara yang disiapkan adalah pemasangan pipa untuk menyambungkan kembali aliran air ke area persawahan warga.
BPBD Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi bencana susulan masih terbuka, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musim hujan, termasuk tidak beraktivitas di sekitar lereng rawan longsor saat cuaca ekstrem.
Langkah mitigasi dini dinilai penting guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material di kemudian hari.
Dengan langkah cepat pemerintah dan dukungan berbagai pihak, diharapkan aktivitas warga Desa Danasari dapat kembali berjalan normal.
Penanganan darurat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana menjadi hal krusial bagi daerah dengan potensi bencana hidrometeorologi tinggi seperti Purbalingga. (sgsa)
















