BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Lubang jalan kembali menjadi sorotan publik setelah memakan korban di ruas Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di simpang empat Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, pada Senin (23/6).
Kondisi aspal yang rusak parah di lajur kanan arah timur menciptakan lubang yang cukup dalam dan berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Lubang tersebut diperkirakan memiliki diameter sekitar 50 sentimeter dengan kedalaman hampir 10 sentimeter.
Para pengendara motor menjadi pihak yang paling terdampak, terutama saat hujan turun dan pada malam hari ketika visibilitas berkurang.
Yuris, seorang tukang parkir berusia 48 tahun yang biasa beroperasi di sekitar lokasi kejadian, menyatakan bahwa lubang tersebut sudah ada sejak beberapa bulan lalu.
“Awalnya kecil, tapi karena dibiarkan makin dalam dan lebar. Apalagi sering hujan, rusaknya jadi cepat,” ujarnya.
Menurut Yuris, sudah ada beberapa pengendara yang menjadi korban akibat lubang ini.
Salah satunya adalah seorang pengendara perempuan yang terjatuh ketika roda depan motornya terperosok ke dalam lubang. Ia kehilangan kendali saat harus mengerem mendadak.
“Waktu itu sore, jalan ramai. Beliau nggak tahu ada lubang, akhirnya jatuh. Untung nggak luka parah, tapi sempat bikin lalu lintas macet,” katanya.
Anto, seorang pengemudi ojek daring berusia 34 tahun, juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Ia menyatakan harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama jika jalanan tergenang air hujan atau pada malam hari karena kurangnya penerangan.
“Kalau nggak hafal jalan, bisa kena jebakan. Apalagi lubangnya nggak dikasih tanda. Bahaya banget,” ucapnya.
Masyarakat sekitar mendesak pemerintah untuk segera turun tangan memperbaiki kerusakan ini.
Selain perbaikan jalan yang mendesak dilakukan, mereka juga meminta pemasangan rambu peringatan sementara agar para pengguna jalan lebih waspada.
“Ini jalan utama, dilewati banyak orang setiap hari. Kalau terus dibiarkan, tinggal tunggu waktu saja sampai ada korban lebih parah,” tegas Slamet (43), warga Kranji.
Kondisi infrastruktur jalan seperti ini memang sering kali menjadi perhatian publik serta memicu kritik terhadap pemerintah daerah terkait respons yang lambat terhadap masalah infrastruktur dasar.
Di banyak wilayah lain juga kerap ditemukan kasus serupa di mana kerusakan jalan dibiarkan hingga menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
Pentingnya tindakan cepat dari pihak terkait sangat ditekankan oleh warga untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya akibat kerusakan ini.
Pemasangan rambu peringatan atau penutup sementara dianggap sebagai langkah awal yang sangat penting sebelum perbaikan permanen dilakukan.
Masalah infrastruktur seperti ini bukan hanya soal kenyamanan berkendara tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa para pengguna jalan.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang agar tidak ada lagi korban akibat kelalaian penanganan infrastruktur jalan.
Sebagai warga negara yang peduli akan keselamatan sesama pengguna jalan, kita tentu berharap agar pemerintah lebih responsif dan proaktif dalam menangani masalah seperti ini. Tidak hanya di Purwokerto tetapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Dengan adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan memberikan tanda peringatan sementara pada area berbahaya dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat saat berkendara.
Harapan besar tertuju kepada pemerintah daerah agar segera bergerak dan tidak menunggu hingga terjadi insiden yang lebih serius sebelum bertindak memperbaiki kondisi jalan ini demi keselamatan bersama dan kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. (zet/stch)
















