BANYUMASEKSPRES.ID, Perjalanan liburan Indah Kalalo di Amerika Selatan mengalami perubahan mendadak yang tak terduga.
Berawal dari Meksiko, Indah dan keluarganya sebenarnya telah merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Brazil.
Namun, masalah visa suaminya, Justin Werner, menggagalkan rencana tersebut.
Justin yang berkewarganegaraan Australia harus mengajukan visa untuk masuk ke Brazil, sementara Indah tidak memerlukan itu.
Waktu yang terbatas membuat pengurusan visa menjadi tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat.
Meski harus merelakan biaya yang sudah dibayarkan untuk penginapan dan biaya lainnya di Brazil, Indah tidak ingin terlarut dalam kekecewaan dan segera mengalihkan tujuan liburan mereka ke Peru.
Keputusan spontan ini ternyata membawa mereka pada pengalaman yang tak terlupakan.
Peru, dengan pesonanya yang luar biasa, khususnya Machu Picchu, menjadi destinasi utama dalam perjalanan tak terduga tersebut.
Indah merasa sangat bersyukur karena Machu Picchu merupakan salah satu destinasi impiannya sejak lama.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Indah menulis penuh rasa syukur, “Rencana Tuhan memang selalu yang terbaik! Tidak jadi ke negara yang sudah kami rencanakan, tapi akhirnya kami tiba di tempat indah lainnya: Machu Picchu, Peru! Sedang sibuk menciptakan kenangan petualangan keluarga.”
Indah juga membagikan kisah personal di balik perjalanan ini. Machu Picchu yang dikenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia ternyata memiliki makna khusus bagi Justin.
“Fun fact: Machu Picchu adalah salah satu bucket list-ku. Tempat ini dikenal sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia. 25 tahun lalu, suamiku mendaki di sini selama 5 hari bersama ayahnya dan hari ini ia kembali membawa istri dan anak-anaknya! Energi pegunungannya terasa magis dan murni,” lanjut Indah dalam ceritanya.
Setelah menjelajahi Machu Picchu, petualangan Indah dan keluarganya berlanjut ke Cusco.
Mereka menikmati berbagai aktivitas menarik seperti melihat alpaka dan llama serta menyaksikan burung kondor yang menjadi simbol nasional Peru.
Tidak hanya itu, mereka juga menikmati kerajinan lokal berupa syal atau jaket yang terbuat dari bulu bayi alpaka.
“Seharian trip ke beberapa tempat, lihat Alpaca dan Llama juga ada burung kondor yg jadi simbol nasional Peru. The people here in Peru made beautiful scarf or jacket from baby alpacas fur like the one I’m wearing and it’s super soft and smooth,” tulis Indah.
Adrenalin keluarga ini juga diuji dengan aktivitas ATV di kawasan pegunungan yang sejuk serta zipline ala burung kondor.
Meskipun sempat diliputi rasa takut, Indah tetap menikmati pengalaman tersebut dengan antusiasme tinggi.
“Then we did ATV seru di sekitaran pegunungan sejuk banget. Lanjut zipline ala ala burung kondor kayak terbang macam superwoman padahal sebenarnya takut banget hahaha,” ungkapnya dengan nada bercanda.
Bersama anak-anaknya, Indah juga menjelajah Cusco dengan menunggang kuda. Cuaca yang bersahabat membuat perjalanan semakin menyenangkan dan penuh kesan positif.
Mereka mencicipi cokelat lokal khas Peru serta mengunjungi tambang garam di pegunungan sambil menikmati berbagai aktivitas khas lainnya.
Petualangan ini kemudian dilanjutkan ke Danau Humantay di Soraypampa yang berada pada ketinggian sekitar 4.500 meter di atas permukaan laut.
Meskipun suhu dingin sempat membuat mereka merasa kedinginan, keindahan alam yang tersaji membuat semua rasa lelah terbayar lunas.
Meskipun awalnya liburan ke Peru bukanlah rencana awal Indah Kalalo dan keluarganya, dari perubahan mendadak tersebut mereka justru mendapatkan pengalaman berharga bersama-sama.
Setelah menghabiskan waktu di Peru, perjalanan mereka dilanjutkan menuju Ekuador untuk menikmati suasana Kota Quito yang kaya akan budaya dan sejarah.
Perjalanan ini memberikan pelajaran penting bahwa terkadang perubahan mendadak bisa membawa kita pada hal-hal indah yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya. (*/dda)
















