Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KONI Kebumen Matangkan Persiapan Porprov Jateng 2026, Target Raih 10 Medali Emas
Mengenal Qi Zai: Panda Raksasa Cokelat Putih yang Sangat Langka

Mengenal Qi Zai: Panda Raksasa Cokelat Putih yang Sangat Langka

Panda Cokelat Jadi Simbol KonservasiPanda Cokelat Jadi Simbol Konservasi
MAKAN: Panda jantan berwarna cokelat dan putih bernama Qi Zai

BANYUMASEKSPRES.ID, CHINA – Seekor panda raksasa bernama Qi Zai kembali menjadi sorotan dunia karena memiliki penampilan yang sangat berbeda dari panda pada umumnya.

Jika kebanyakan panda raksasa memiliki kombinasi warna hitam dan putih, Qi Zai justru memiliki bulu berwarna cokelat muda dan putih.

Keunikan tersebut menjadikannya satu-satunya panda cokelat yang masih hidup di dunia sekaligus objek penting dalam penelitian ilmiah mengenai genetika satwa langka.

Qi Zai hidup di pusat konservasi panda di China dan hingga kini terus dipantau oleh para peneliti.

Selain menjadi daya tarik bagi pengunjung, panda jantan ini juga berperan besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi satwa liar serta perlindungan habitat alami panda raksasa.

Kisah Qi Zai bermula pada 1 November 2009 ketika ia ditemukan di Cagar Alam Nasional Foping, Provinsi Shaanxi, China.

Saat ditemukan, usianya diperkirakan baru sekitar dua bulan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Berat badannya hanya sekitar 2 kilogram dan tampak lemah karena ditinggalkan induknya di kawasan hutan.

Melihat kondisi tersebut, petugas konservasi segera membawa Qi Zai ke pusat penelitian satwa liar untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di sana ia memperoleh susu khusus panda, perawatan medis, serta pengawasan penuh hingga kesehatannya berangsur membaik.

Staf senior kawasan konservasi, Liang Qihui, mengingat momen ketika Qi Zai pertama kali ditemukan.

Menurutnya, anak panda tersebut memiliki bercak bulu berwarna cokelat yang langsung menarik perhatian para petugas.

Setelah menjalani masa rehabilitasi, Qi Zai tumbuh menjadi panda dewasa yang sehat.

Meski warna bulunya berbeda, kondisi fisiknya berkembang dengan baik sehingga kini menjadi salah satu penghuni paling terkenal di pusat konservasi panda di China.

Keunikan warna bulu Qi Zai menarik perhatian banyak ilmuwan. Berdasarkan hasil penelitian, warna cokelat yang dimilikinya diduga berasal dari mutasi genetik langka yang memengaruhi pembentukan pigmen pada bulu panda.

Fenomena ini sangat jarang terjadi sehingga menjadikan Qi Zai sebagai objek penelitian yang sangat berharga.

Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menyatakan bahwa penelitian terhadap Qi Zai memberikan informasi penting mengenai variasi genetik pada panda raksasa.

Melalui penelitian tersebut, ilmuwan dapat memahami lebih jauh proses biologis yang memengaruhi perubahan warna bulu satwa langka tersebut.

Selain menjadi objek penelitian genetika, Qi Zai juga memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Ia berasal dari subspesies panda Qinling yang hanya hidup di Pegunungan Qinling, Provinsi Shaanxi.

Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di China.

Pegunungan Qinling juga menjadi habitat berbagai satwa langka lainnya seperti monyet hidung pesek emas, takin, serta burung ibis jambul.

Karena itu, perlindungan kawasan ini menjadi prioritas pemerintah China dalam menjaga kelangsungan hidup berbagai spesies endemik.

Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China menyebut keberhasilan konservasi panda tidak lepas dari upaya menjaga habitat alami mereka.

Program perlindungan hutan, restorasi ekosistem, dan pengawasan terhadap aktivitas manusia berhasil meningkatkan populasi panda liar secara signifikan.

Saat ini diperkirakan hampir 1.900 ekor panda raksasa hidup bebas di habitat alaminya di China.

Peningkatan populasi tersebut menjadi salah satu keberhasilan terbesar program konservasi satwa liar di dunia.

Keberadaan Qi Zai pun semakin memperkuat kampanye pelestarian panda. Ia sering disebut sebagai “duta konservasi” karena mampu menarik perhatian masyarakat internasional terhadap pentingnya menjaga keberagaman genetik satwa liar.

Melalui kisah hidupnya, banyak orang semakin memahami bahwa setiap individu satwa memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi.

Dengan keunikan warna bulunya yang belum dimiliki panda lain di dunia, Qi Zai tidak hanya menjadi simbol keajaiban alam, tetapi juga menjadi bukti pentingnya penelitian ilmiah dan konservasi habitat.

Kisahnya mengingatkan bahwa perlindungan satwa liar harus terus dilakukan agar spesies langka seperti panda raksasa tetap dapat bertahan untuk generasi mendatang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KONI Matangkan Persiapan Porprov Jateng

KONI Kebumen Matangkan Persiapan Porprov Jateng 2026, Target Raih 10 Medali Emas