BANYUMASEKSPRES.ID, NEW YORK – Aksi romantis sepasang kekasih di puncak Gedung Empire State, New York, Amerika Serikat, berubah menjadi kasus hukum setelah keduanya ditangkap aparat kepolisian.
Pasangan asal Rusia itu nekat memanjat bagian puncak gedung ikonik setinggi 443 meter yang sebenarnya tertutup untuk umum, sebelum melakukan lamaran romantis yang kemudian viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026). Mengenakan pakaian serba hitam dan menutupi wajah mereka, pasangan itu berhasil mencapai area puncak Gedung Empire State yang tidak diperbolehkan diakses oleh pengunjung.
Sesampainya di atas gedung, keduanya membentangkan spanduk bertuliskan, “When the power of love beats the love of power, the world knows peace”, yang berarti “Ketika kekuatan cinta mengalahkan cinta akan kekuasaan, dunia akan mengenal perdamaian.”
Momen paling menarik terjadi ketika sang pria berlutut di hadapan pasangannya untuk melamar secara romantis.
Setelah lamaran diterima, keduanya terlihat berpelukan dan berciuman di atas salah satu gedung paling terkenal di dunia.
Aksi tersebut segera menarik perhatian petugas keamanan dan aparat kepolisian.
Tidak lama kemudian, sejumlah petugas naik ke lokasi untuk mengamankan pasangan tersebut.
Juru bicara Kepolisian New York memastikan proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan maupun korban.
“Dua orang ditangkap tanpa insiden. Tidak ada laporan cedera. Tuntutan sedang diproses dan penyelidikan masih berlangsung,” ujar perwakilan kepolisian.
Belakangan diketahui pasangan tersebut adalah Vanya Beerkus dan Angela Nikolau, warga negara Rusia yang memang dikenal sebagai urban climber atau pemanjat gedung-gedung tinggi.
Nama keduanya bukan sosok baru di dunia ekstrem. Mereka sebelumnya menjadi pemeran utama dalam film dokumenter Netflix tahun 2024 berjudul Skywalkers: A Love Story, yang menceritakan kisah cinta sekaligus aksi berbahaya mereka memanjat gedung pencakar langit di berbagai negara.
Ayah Angela, Dmitriy Nikolau, mengaku tidak terkejut mendengar aksi putrinya. Bahkan ia menyebut sudah mengetahui rencana tersebut sejak awal.
“Kenapa saya harus khawatir? Saya sendiri juga sering memanjat atap,” ujarnya.
Menurut Dmitriy, aktivitas memanjat bangunan tinggi merupakan hal yang biasa dilakukan di sejumlah negara, meski tetap berisiko tinggi.
Sementara itu, pihak pengelola Gedung Empire State menegaskan bahwa tindakan pasangan tersebut merupakan aktivitas ilegal karena memasuki area yang dilarang untuk publik.
Sebagai sindiran, pengelola bahkan menyebut pasangan itu sebenarnya dapat memanfaatkan layanan lamaran resmi bertajuk Happily Ever Empire, yang ditawarkan kepada pengunjung dengan biaya sekitar 1.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp18 juta.
Program tersebut memungkinkan pasangan melamar secara legal di area observasi Gedung Empire State tanpa harus melanggar aturan keamanan.
Meski dek observasi Gedung Empire State memang terbuka bagi wisatawan dari seluruh dunia, akses menuju bagian puncak bangunan maupun antena sepenuhnya ditutup demi alasan keselamatan.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki bagaimana Vanya Beerkus dan Angela Nikolau berhasil melewati sistem keamanan dan mencapai area yang seharusnya tidak dapat diakses pengunjung.
Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai aksi ekstrem demi konten media sosial maupun ekspresi pribadi.
Di satu sisi, banyak orang menganggap momen lamaran tersebut romantis dan spektakuler.
Namun di sisi lain, aparat menegaskan bahwa tindakan memasuki area terlarang tetap merupakan pelanggaran hukum yang berpotensi membahayakan keselamatan pelaku maupun petugas penyelamat. (*/stch/dda)
















