Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Minim Angkutan Umum, Dishub Banyumas Usulkan Bus Sekolah untuk Jalur Ajibarang–Pekuncen

Bus Sekolah Diusulkan ke Ajibarang PekuncenBus Sekolah Diusulkan ke Ajibarang Pekuncen
TERPARKIR: Bus sekolah terparkir di Kantor Kecamatan Ajibarang. Daerah Ajibarang-Pekuncen ke depan diusulkan pelayanan bus sekolah

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Usulan untuk menghadirkan layanan bus sekolah di wilayah Ajibarang hingga Pekuncen kian mengemuka sebagai solusi inovatif bagi permasalahan akses transportasi pelajar di daerah yang minim layanan angkutan umum.

Langkah ini diambil setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas menyadari pentingnya menyediakan transportasi yang memadai bagi siswa yang tinggal di daerah dengan akses angkutan terbatas.

Muhammad Eka, Kepala Seksi Angkutan Dishub Banyumas, menjelaskan bahwa tahap awal observasi telah dilakukan untuk rute strategis meliputi Pekuncen, Jatilawang, Ajibarang, dan Kracak.

Rute ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan pelajar serta kondisi infrastruktur jalan yang ada.

“Kami mempertimbangkan lebar jalan minimal lima meter agar bus sekolah bisa berpapasan dengan kendaraan lain,” ujar Eka kepada awak media, Selasa (27/1).

Pengembangan layanan ini direncanakan dengan memanfaatkan armada bus wisata milik pemerintah daerah yang saat ini tersedia sebanyak lima unit.

Jika usulan ini disetujui dan terealisasi, dua hingga tiga unit dari armada tersebut akan dialihfungsikan menjadi bus sekolah.

“Namun demikian, sebelum realisasi, harus ada kajian teknis terutama terkait kelayakan rute dan keselamatan pengguna,” tambah Eka.

Di wilayah Banyumas dan sekitarnya seperti Somagede dan Patikraja, layanan bus sekolah telah berjalan dengan baik menggunakan tiga unit Elf dan dua bus berukuran tiga per empat.

Kehadiran bus sekolah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

“Animo terhadap bus sekolah sangat baik. Pelayanan ini juga mendukung program Pasti Sekolah di Banyumas,” pungkas Eka.

Rencana pengembangan layanan bus sekolah di Ajibarang hingga Pekuncen menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan melalui penyediaan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar.

Upaya ini tidak hanya akan memudahkan para siswa untuk mencapai sekolah tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan pada angkutan umum yang sering kali tidak mencukupi.

Selain itu, pengalihan fungsi armada bus wisata menjadi bus sekolah merupakan langkah cerdas dalam memaksimalkan penggunaan aset daerah yang ada.

Dengan begitu, pemerintah dapat memberikan pelayanan lebih tanpa harus melakukan investasi besar dalam pembelian armada baru.

Namun demikian tantangan tetap ada terutama dalam hal memastikan kesiapan infrastruktur jalan serta keselamatan pelajar selama perjalanan.

Jalan-jalan di kawasan tersebut harus memenuhi standar tertentu agar aman dilalui oleh kendaraan besar seperti bus sekolah.

Oleh karenanya, kajian teknis mendalam sangat diperlukan sebelum implementasi rencana ini.

Adapun program layanan bus sekolah yang telah berjalan saat ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagi wilayah lainnya.

Dengan respon positif dari masyarakat, terutama orangtua siswa yang merasa terbantu dengan keberadaan moda transportasi ini, menunjukkan bahwa inisiatif semacam ini benar-benar dibutuhkan dan patut dikembangkan lebih lanjut. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tata Kelola Lahan Jadi Biang Longsor

Pertanian Monokultur di Lereng Picu Longsor, Wonosobo Darurat Lahan Kritis

Berita Selanjutnya
Proses pendaftaran seleksi PPPK BGN dilakukan secara daring melalui portal resmi SSCASN milik Badan Kepegawaian Negara.

32.000 Pegawai SPPG Resmi Diangkat PPPK 2026, Ini Rincian Gaji dan Formasinya