BANYUMASEKSPRES.ID, BOGOR – Mobil listrik kompak asal China, GWM Ora 03, akan segera diproduksi secara lokal di Indonesia mulai tahun depan, tepatnya di Bogor. Saat ini, mobil tersebut masih berstatus CBU (completely built up) atau sepenuhnya impor.
Meski berasal dari China, GWM Ora 03 yang dijual di pasar Indonesia saat ini sebenarnya diimpor dari Thailand. Namun, rencana perakitan lokal akan dilakukan di pabrik Wanaherang yang dimiliki oleh Inchcape.
“Ini masih CBU sampai akhir tahun, tapi setelahnya kita mulai produksi CKD di Inchcape manufacture di Wanaherang,” kata Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia.
Meskipun akan diproduksi secara lokal, harga GWM Ora 03 tidak akan mengalami perubahan.
Kendaraan ini tetap akan dijual dengan harga sekitar Rp 379 jutaan dengan status on the road Jakarta. Harga tersebut sudah ditetapkan sejak pameran GIIAS 2025 dan tidak ada rencana untuk mengubahnya meskipun terjadi peralihan dari impor ke produksi lokal.
“Kalau harga kita sudah stabil, sudah perhitungkan. Jadi harga tetap akan sama, termasuk spek. Karena ini udah best value yang kita tawarkan ke konsumen,” tambah Martina.
Perubahan lokasi produksi ini menandakan langkah strategis bagi GWM untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif dan dinamis.
Dengan memproduksi secara lokal, GWM Ora 03 bisa lebih cepat memenuhi kebutuhan konsumen domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor dari Thailand.
Namun demikian, Martina belum dapat memberikan detail lebih lanjut mengenai kapasitas produksi mobil ini di fasilitas baru mereka. Kapasitas tersebut nantinya harus disesuaikan dengan kondisi pasar serta permintaan dari konsumen Indonesia.
Dengan tren mobil listrik yang terus berkembang dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, langkah merakit lokal ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi penjualan GWM Ora 03.
Proses perakitan lokal juga memberikan peluang kerja baru bagi tenaga kerja lokal serta memicu pertumbuhan ekonomi sekitar pabrik Wanaherang. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi asing dan mempromosikan industri otomotif nasional.
Selain itu, keputusan untuk mempertahankan harga meskipun ada perubahan dalam proses produksi menunjukkan komitmen GWM untuk menyajikan produk berkualitas tinggi dengan nilai terbaik kepada konsumen mereka. Hal ini penting agar dapat menjaga daya saing dan menarik minat pembeli potensial.
Bagi konsumen, peralihan ke produksi lokal mungkin berarti ketersediaan suku cadang yang lebih baik dan layanan purna jual yang lebih cepat dan efisien. Ini adalah aspek-aspek penting yang sering kali menjadi pertimbangan utama saat membeli kendaraan baru.
GWM Ora 03 sendiri dikenal sebagai salah satu model unggulan dalam segmen mobil listrik kompak dengan fitur-fitur canggih dan desain modern yang menarik perhatian banyak pihak sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia.
Kehadiran model ini turut memperkaya pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat urban yang mengutamakan efisiensi serta kenyamanan dalam berkendara sehari-hari.
Seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri mobil listrik melalui berbagai kebijakan insentif, masa depan kendaraan ramah lingkungan seperti GWM Ora 03 terlihat semakin cerah di tanah air.
Melalui perakitan lokal ini, GWM berupaya memenuhi permintaan pasar sambil mendukung agenda keberlanjutan global serta kontribusi positif pada lingkungan hidup.
Transformasi industri otomotif menuju era elektrifikasi tentu membawa dampak signifikan bagi berbagai sektor terkait termasuk energi terbarukan hingga infrastruktur pengisian daya.
Akhirnya, langkah strategis merakit lokal oleh GWM dapat menjadi bagian integral dalam perjalanan panjang menuju pengembangan industri otomotif nasional yang kuat dan berkelanjutan serta mendorong inovasi teknologi transportasi masa depan demi kesejahteraan generasi mendatang. (*/stch)
















