BANYUMASEKSPRES.ID, MAGELANG – Sebuah insiden kebakaran yang melibatkan mobil Suzuki Carry, diduga baru saja selesai membeli bahan bakar minyak (BBM), terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Rabu pagi (14/1) sekitar pukul 06.30.
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar akibat kobaran api yang membesar dan disertai suara ledakan berulang kali.
Situasi mencekam tersebut juga menyebabkan kemacetan lalu lintas karena para pengguna jalan terpaksa menghentikan kendaraan mereka untuk menghindari bahaya kebakaran.
Sebagian warga memilih menjauh dari lokasi kejadian karena khawatir akan adanya ledakan susulan, mengingat kobaran api semakin membesar dengan cepat.
Proses pemadaman api berlangsung cukup lama. Ini disebabkan oleh adanya sejumlah jerigen berisi BBM di dalam mobil tersebut yang menyulitkan upaya petugas pemadam kebakaran.
“Awalnya kita ke TKP dengan satu unit mobil damkar. Karena informasi awal yang kita terima, kebakaran hanya satu mobil saja,” jelas Rescuer Damkar Kabupaten Magelang, Andika kepada awak media.
Namun, sesampainya di lokasi kejadian, situasi yang dihadapi ternyata lebih kompleks sehingga memerlukan tambahan armada pemadam kebakaran serta unit tangki air.
“Ternyata di dalam mobil yang terbakar terdapat jerigen BBM di bagian belakang mobil, sehingga proses pemadaman hampir satu jam lebih,” tambah Andika.
Andika menjelaskan bahwa enam armada damkar akhirnya dikerahkan dan berhasil mengendalikan api.
Namun, ia mengakui bahwa proses pemadaman kali ini cukup memakan waktu akibat keberadaan jerigen-jerigen BBM yang ikut terbakar.
“Kami juga sempat menggunakan cairan foam untuk menetralisir BBM tersebut, tapi kurang maksimal. Karena BBM-nya berada di dalam jerigen-jerigen yang sudah terbakar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Borobudur AKP Marsodik menjelaskan bahwa penyebab awal kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sedang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.
“Apakah penyebabnya dari korsleting listrik mobil atau ada penyebab lain, kita belum bisa memastikan. Karena kendaraan tersebut terindikasi membawa BBM,” jelasnya.
Marsodik juga menyatakan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Beruntung kondisi mobil saat itu kosong dan saat tim damkar tiba di lokasi kejadian, supir sudah tidak berada di tempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya keselamatan dalam mengangkut bahan-bahan berbahaya seperti BBM.
Kebakaran yang dipicu oleh bahan mudah terbakar bisa menimbulkan dampak luas bagi masyarakat sekitar serta infrastruktur jalan raya jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Kehadiran petugas pemadam kebakaran yang sigap dan terlatih sangat vital dalam menangani situasi genting seperti ini.
Penggunaan peralatan dan teknik pemadaman seperti cairan foam memang menjadi salah satu metode efektif meskipun terkadang menemui kendala ketika berhadapan dengan bahan bakar yang berada dalam wadah tertutup seperti jerigen.
Selain itu, kejadian ini juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap praktik pengangkutan BBM oleh kendaraan pribadi demi mencegah insiden serupa terulang kembali di kemudian hari. (*/dda)
















