BANYUMASEKSPRES.ID, Sidang perdana cerai talak yang diajukan Muhammad Zidan terhadap aktris FTV Raisya Bawazier di Pengadilan Agama Jakarta Pusat harus ditunda.
Sidang yang sedianya digelar pada Selasa (1/9) tersebut belum dapat dilaksanakan karena surat panggilan belum sampai kepada pihak yang bersangkutan.
Muhammad Zidan yang hadir di Pengadilan Agama Jakarta Pusat membenarkan adanya penundaan tersebut.
Menurutnya, proses persidangan belum dapat dilanjutkan karena undangan atau surat panggilan sidang belum diterima oleh pihak terkait.
“Ditunda (sidang) karena gak sampai undangannya,” kata Zidan saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Selasa (1/9).
Penundaan tersebut membuat proses perceraian Muhammad Zidan dan Raisya Bawazier belum memasuki agenda persidangan perdana.
Perkara cerai talak yang diajukan Zidan diketahui berkaitan dengan rumah tangga keduanya yang baru berjalan sekitar delapan bulan.
Di tengah proses perceraian yang sedang berjalan, Muhammad Zidan turut mengungkap alasan dirinya mengajukan cerai talak terhadap Raisya Bawazier.
Zidan mengatakan, keputusan untuk berpisah tidak berkaitan dengan isu tertentu yang selama ini beredar di publik.
Ia menyebut adanya ketidakcocokan dan perbedaan pendapat yang sudah dirasakan sejak awal menjalani rumah tangga.
“Ya karena gak cocok aja, perbedaan pendapat dari awal,” ujar Zidan.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Zidan mengenai alasan perceraian setelah keduanya menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri selama kurang lebih delapan bulan.
Meski usia pernikahan mereka terbilang singkat, Zidan mengaku tetap menyayangkan keputusan untuk berpisah.
Ia mengatakan bahwa perceraian bukan sesuatu yang mudah, terlebih karena keduanya sebelumnya telah menjalani kehidupan rumah tangga bersama.
Namun, Zidan mengaku lebih memikirkan masa depan Raisya setelah perceraian tersebut.
“Ya lebih menyayangkan ke depannya sih biar dia bisa menemukan orang yang lebih baik lagi mungkin kalau dirasa saya yang kurang,” ungkapnya.
Selain alasan perceraian, persoalan nafkah juga menjadi salah satu hal yang turut disorot dalam pemberitaan mengenai rumah tangga Muhammad Zidan dan Raisya Bawazier.
Sebelumnya, muncul pernyataan mengenai nominal nafkah sebesar Rp10 juta per bulan yang disebut pernah disampaikan Raisya dalam salah satu siaran langsung di TikTok.
Namun, Zidan membantah nominal tersebut. Ia mengatakan bahwa nafkah yang diberikan kepada Raisya justru berada di atas Rp30 juta setiap bulan.
“Ada kok buktinya, per bulannya kita masih kirim di atas Rp30 juta,” tegas Zidan.
Zidan bahkan menyebut memiliki bukti mengenai pemberian nafkah tersebut. Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan informasi mengenai besaran nafkah yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Muhammad Zidan juga memberikan tanggapan terkait isu orang ketiga yang sempat dikaitkan dengan keretakan rumah tangganya bersama Raisya Bawazier.
Ia dengan tegas membantah bahwa kehadiran orang ketiga menjadi penyebab perceraian.
Menurut Zidan, isu tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai fakta tanpa adanya bukti.
“Gaklah, isu orang ketiga gitu-gitu harus dibuktikan juga. Baik-baik juga kok semuanya,” kata Zidan.
Dengan demikian, Zidan menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan kabar mengenai adanya pihak ketiga sebagai penyebab perpisahan.
Ia menyebut hubungan antara pihak-pihak yang terlibat masih berjalan dengan baik.
Sementara alasan yang disampaikannya berkaitan dengan ketidakcocokan dan perbedaan pendapat dalam rumah tangga.
Perjalanan rumah tangga Muhammad Zidan dan Raisya Bawazier menjadi perhatian karena keduanya baru menjalani pernikahan selama kurang lebih delapan bulan sebelum munculnya proses perceraian.
Durasi rumah tangga yang relatif singkat tersebut membuat kabar pengajuan cerai talak menjadi sorotan publik.
Meski demikian, Zidan mengatakan bahwa keputusan untuk berpisah telah melalui proses komunikasi dengan pihak kuasa hukumnya.
Ia menyebut pembahasan mengenai perkara tersebut sudah dilakukan sejak sebelumnya.
“Sudah, dari kemarin juga sudah dikomunikasikan sama kuasa hukum saya, ya sudah juga sih sudah banyak komunikasi juga,” pungkas Zidan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengajuan perceraian bukan keputusan yang tiba-tiba, melainkan telah dibicarakan dengan pihak yang mendampinginya secara hukum.
Dengan ditundanya sidang perdana, proses cerai talak Muhammad Zidan terhadap Raisya Bawazier masih harus menunggu tahapan berikutnya di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Penundaan sidang kali ini disebabkan persoalan administratif terkait surat panggilan yang belum sampai kepada pihak yang bersangkutan.
Karena itu, agenda persidangan belum dapat dilanjutkan sebagaimana jadwal awal.
Perkara tersebut masih akan menjadi perhatian publik, terutama karena rumah tangga Zidan dan Raisya baru berjalan sekitar delapan bulan.
Di sisi lain, Zidan telah memberikan sejumlah klarifikasi mengenai persoalan yang muncul di tengah kabar perceraian.
Ia menyebut ketidakcocokan dan perbedaan pendapat sebagai alasan utama perpisahan, membantah isu orang ketiga, serta meluruskan informasi mengenai nafkah.
Untuk saat ini, proses hukum perceraian keduanya masih berjalan di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Publik pun masih menunggu jadwal persidangan selanjutnya setelah sidang perdana yang seharusnya berlangsung pada Selasa (1/9) ditunda. (*/stch/dda)
















