Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Musisi Legendaris James F. Sundah Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Kanker

Musisi Legendaris Meninggal di Usia 70 TahunMusisi Legendaris Meninggal di Usia 70 Tahun
James F. Sundah

BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar duka yang menyentuh hati kembali datang dari dunia musik Indonesia.

Musisi legendaris, James F. Sundah, telah berpulang ke rahmatullah pada usia 70 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker.

Kepergiannya diumumkan oleh sang istri, Lia Sundah Santoso, melalui sebuah unggahan di Instagram pada Kamis, 7 Mei 2026.

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi dari berbagai kalangan, termasuk musisi dan tokoh seni terkemuka di Indonesia.

Ucapan bela sungkawa mengalir deras dari rekan-rekannya, mulai dari penyanyi ternama Ruth Sahanaya hingga Rian, vokalis band D’Masiv.

James F. Sundah dikenal luas sebagai salah satu pencipta lagu terbaik di Indonesia.

Sebelum meninggal dunia, ia diketahui sedang menjalani perawatan untuk melawan kanker paru-paru sel kecil yang telah dideritanya.

Dalam beberapa unggahan di media sosial bersama sang istri, terungkap bahwa James telah memasuki tahap pengobatan ketiga.

Namun sayangnya, kondisi kesehatannya semakin menurun dalam dua minggu terakhir sebelum kepergiannya.

Ia mengalami penurunan berat badan yang drastis akibat neuropati hebat dan seharusnya memulai pengobatan baru dengan Zepzelca.

Lahir pada tanggal 1 Desember 1955, James F. Sundah bukan hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga sebagai penulis lagu yang brilian dan inovatif.

Salah satu karya terkenalnya adalah lagu “Lilin Lilin Kecil,” yang dinyanyikan oleh Chrisye dan masih dikenang hingga saat ini.

Lagu-lagu ciptaannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan musik Indonesia dan terus menginspirasi generasi baru musisi.

Karya terakhir James F. Sundah adalah sebuah lagu berjudul “Seribu Tahun Cahaya,” yang dirilis dalam tiga bahasa sebagai ungkapan cinta dan penghormatan untuk istrinya tercinta.

Melalui lagu ini, James memperlihatkan dedikasinya kepada keluarga sekaligus bakatnya dalam menciptakan melodi yang menyentuh hati banyak orang.

Kepergian James F. Sundah tentu meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni musik di tanah air.

Sejumlah musisi dan teman dekatnya tidak hanya kehilangan seorang sahabat tetapi juga seorang maestro musik yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.

Mendiang dijadwalkan akan dimakamkan pada 11 Mei 2026 mendatang di New York, tempat ia menghabiskan hari-hari terakhir hidupnya.

Kehilangan sosok seperti James F. Sundah tentunya menggugah banyak orang untuk merenungkan makna dari karya-karya yang telah ditinggalkannya.

Musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah medium untuk menyampaikan perasaan dan cerita kehidupan yang bisa menyentuh jiwa setiap pendengarnya.

Karya-karya beliau akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak generasi mendatang.

Menghadapi kenyataan pahit ini, banyak musisi muda yang merasa terinspirasi oleh perjalanan hidup dan karya-karya James F. Sundah.

Mereka melihat sosoknya sebagai panutan dalam berkarya dan berjuang menghadapi cobaan hidup dengan semangat yang tak pernah padam meski dalam keadaan sulit sekalipun.

Momen kehilangan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menghargai setiap detik yang kita miliki bersama orang-orang tercinta serta mensyukuri setiap karya seni yang dihasilkan oleh para seniman tanah air kita.

Dengan segala dedikasi dan perjuangannya, James F. Sundah akan selalu dikenang sebagai salah satu pilar penting dalam sejarah musik Indonesia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tangkal Radikalisme, Ketua DPRD Jateng, Sumanto Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

Tangkal Radikalisme, Sumanto Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

Berita Selanjutnya
Masa Penahanan Yaqut Diperpanjang

KPK Perpanjang Penahanan Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji