Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Parapet Penahan Banjir di Desa Surotrunan Kebumen Jebol, BPBD Lakukan Pemantauan

Parapet Jebol, Warga Surotrunan Was wasParapet Jebol, Warga Surotrunan Was was
TINJAU: Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, meninjau parapet yang jebol di Desa Surotrunan, Kecamatan Alian

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Masyarakat Desa Surotrunan di Kecamatan Alian kini dihantui kekhawatiran akibat rusaknya parapet penahan banjir di wilayah tersebut.

Dengan curah hujan yang masih tinggi, kerusakan ini menimbulkan keresahan di kalangan warga.

Heri Purwoto, Kepala Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Heri menjelaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, diketahui kerusakan pada parapet berupa lubang yang berada sekitar satu kilometer ke selatan dari lokasi tanggul yang sebelumnya jebol.

“Berdasarkan koordinasi awal dengan perangkat desa setempat, parapet yang dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang berada sekitar 1 kilometer ke arah selatan dari titik tanggul yang sebelumnya jebol serta berada pada wilayah RW yang berbeda,” ujarnya Rabu (21/1).

Meski demikian, ada kabar baik yang disampaikan oleh Heri. Saat ini aliran air masih relatif jauh dari titik parapet yang berlubang, sehingga belum berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga. BPBD Kabupaten Kebumen terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi, terutama yang disebabkan oleh cuaca dan intensitas hujan yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Namun demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan apabila terdapat perubahan,” ungkapnya.

Sementara itu, tidak jauh dari lokasi tersebut, bencana longsor terjadi di Desa Kalijaya, Kecamatan Alian pada hari Senin (19/1).

Longsor ini mengakibatkan talud dan tebing di samping sebuah mushola di Dukuh Delisen RT 2 RW 1 mengalami kerusakan parah.

Dampaknya dirasakan langsung oleh Subiono dan keluarganya yang terdiri dari tiga jiwa lainnya.

Heri menyampaikan bahwa BPBD telah melakukan langkah-langkah penanganan awal dengan melakukan asesmen dan distribusi logistik serta terpal kepada warga terdampak.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah sand bag untuk penanganan sementara serta pencegahan longsor susulan.

“Upaya penanganan awal berupa asesmen serta pendistribusian logistik dan terpal telah dilakukan. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sand bag untuk penanganan sementara dan pencegahan longsor susulan,” imbuh Heri.

Dalam situasi darurat seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan perubahan kondisi kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti demi keamanan bersama.

Pihak BPBD Kabupaten Kebumen meminta agar warga Desa Surotrunan dan sekitarnya selalu siaga menghadapi kemungkinan ancaman bencana alam lebih lanjut. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak menyediakan dua mekanisme pengurusan NPWP, yaitu secara online maupun secara langsung di kantor pajak

Perlukah UMKM Memiliki NPWP? Ini Syarat, Manfaat, dan Cara Daftarnya

Berita Selanjutnya
Sekolah Kedinasan Poltekpin Segera Buka Pendaftaran Online

Sekolah Kedinasan Poltekpin Buka Rekrutmen 2026, Ini Daftar Jurusan yang Tersedia