BANYUMASEKSPRES.ID, Swedia kembali membuka peluang emas bagi warga Indonesia yang ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri.
Melalui program Swedish Institute Scholarship for Global Professionals (SISGP), pemerintah Swedia menyediakan beasiswa penuh untuk jenjang magister, termasuk tunjangan hidup yang mencapai lebih dari Rp 20 juta per bulan.
Informasi ini dibagikan oleh Kamaradipta Ismono, mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Jumat (1/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Swedia mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir.
“Dari sekitar 200 hingga 300 mahasiswa di tahun 2020, kini pada 2025 jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi sekitar 600 orang,” jelasnya.
Menurut Kamaradipta, kualitas pendidikan yang tinggi serta keseimbangan antara studi dan kehidupan pribadi menjadi daya tarik utama Swedia bagi pelajar Indonesia.
Swedia sendiri dikenal sebagai negara dengan standar kualitas hidup yang sangat baik. Berdasarkan laporan U.S. News, Swedia menempati peringkat kedua dalam kategori Quality of Life, yang menilai aspek pendidikan, ketenagakerjaan, lingkungan, dan stabilitas politik.

Dalam hal pendidikan, Swedia juga menduduki posisi ke-9 menurut World Population Review, menjadikannya destinasi akademik yang solid secara global.
Program beasiswa SISGP untuk tahun akademik 2026 akan dibuka pada Februari 2026, dengan proses keberangkatan dijadwalkan pada semester musim gugur di tahun yang sama.
Penting dicatat, sebelum mendaftar ke SISGP, pelamar harus terlebih dahulu mengajukan pendaftaran ke program magister melalui laman resmi universitas Swedia. Berikut adalah rangkaian waktu penting terkait pendaftaran:
Mulai Oktober 2025 hingga Januari 2026, peserta dapat mendaftar ke program magister. Kemudian, Februari 2026, aplikasi untuk SISGP akan dibuka selama dua minggu.
Maret 2026 akan menjadi waktu pengumuman penerimaan universitas, dan April 2026 untuk pengumuman hasil beasiswa.
Daftar program magister serta beasiswa yang memenuhi syarat akan diumumkan oleh Swedish Institute pada November 2025 di situs resminya.
Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh yang dibayarkan langsung ke universitas pilihan, serta tunjangan bulanan sebesar SEK 12.000, setara dengan sekitar Rp 20.274.120.
Selain itu, penerima beasiswa juga mendapatkan bantuan perjalanan sebesar SEK 15.000 (sekitar Rp 25.342.650), dengan catatan bantuan ini tidak berlaku bagi mahasiswa yang sudah berdomisili di Swedia.
Penerima beasiswa juga akan menjadi bagian dari jejaring profesional global Swedish Institute (SI Network), membuka peluang koneksi lintas negara untuk pengembangan karier.
Namun, penting diperhatikan bahwa beasiswa ini tidak mencakup biaya tambahan untuk keluarga, biaya pendaftaran ke universitas, dan asuransi kesehatan, yang harus dipastikan secara mandiri melalui universitas tujuan.
Untuk bisa mendaftar program SISGP 2026, calon pelamar harus memenuhi beberapa kriteria utama. Pertama, pelamar harus sudah mendaftar ke program magister yang termasuk dalam daftar eligible untuk SISGP.
Mereka juga harus memiliki pengalaman kepemimpinan, baik dari tempat kerja saat ini atau sebelumnya, atau dari keterlibatan aktif dalam masyarakat sipil.
Pelamar juga wajib memiliki setidaknya 3.000 jam pengalaman kerja sebelum Februari 2025. Pengalaman ini bisa berasal dari maksimal tiga organisasi atau perusahaan berbeda.
Jumlah program magister yang bisa didaftarkan dibatasi maksimal empat pilihan, dan pelamar harus bersedia membayar biaya aplikasi ke universitas. Selain itu, pelamar tidak boleh berasal dari institusi pendidikan tinggi di Swedia.
Dengan semua fasilitas tersebut, beasiswa SISGP 2026 jelas menjadi peluang yang sangat menarik bagi masyarakat Indonesia yang bercita-cita menempuh pendidikan tinggi di Eropa tanpa dibebani biaya besar.
Bagi yang tertarik, disarankan untuk mulai mempersiapkan segala dokumen dan memenuhi persyaratan sejak dini.
Informasi lengkap seputar beasiswa SISGP bisa diakses melalui tautan ini dan laman resmi pendaftaran universitas Swedia. (vip)
















