BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pelunasan pembayaran haji di Kabupaten Kebumen untuk tahun 2026 tercatat mencapai angka 102 persen, sebuah pencapaian yang menempatkan Kebumen sebagai daerah dengan kuota jamaah haji terbanyak di Jawa Tengah.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kebumen, Suwaibatul Aslamiyah, mengungkapkan bahwa pelunasan pembayaran ini resmi ditutup pada Jumat (9/1) yang lalu.
Dengan kuota sebesar 1.744 orang, jumlah jamaah calon haji yang telah melunasi pembayaran mencapai 1.779 orang. Angka ini terdiri dari 1.686 jamaah non-cadangan dan 93 jamaah cadangan.
“Alhamdulillah sudah mencapai kuota, ada 102 persen untuk pelunasan haji di Kabupaten Kebumen,” ujar Suwaibatul pada Rabu (14/1).
Jamaah calon haji yang dijadwalkan berangkat ke tanah suci tahun ini sebagian besar merupakan mereka yang mendaftarkan diri sejak tahun 2012 hingga 2013.
Suwaibatul menambahkan bahwa meskipun para jamaah cadangan telah melunasi pembayaran, belum ada jaminan mereka bisa berangkat tahun ini.
“Bisa jadi cadangan ini nanti masuk di kabupaten lain yang sheet-nya kosong,” jelasnya lebih lanjut.
Usai proses pelunasan, fokus kini bergeser pada persiapan dokumen untuk visa mengingat penerbitan visa akan dimulai pada tanggal 9 Februari 2026.
Suwaibatul menyebutkan bahwa keberangkatan jamaah calon haji asal Kebumen dijadwalkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta mulai tanggal 22 April 2026.
“Embarkasinya nanti di hotel, untuk wilayah Kedu dan DIY,” tutur Suwaibatul.
Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana para jamaah berangkat dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.
Keputusan menggunakan bandara baru ini berasal dari kebijakan pusat yang mempertimbangkan kepadatan penerbangan ke tanah suci dari Solo.
Suwaibatul juga memberikan imbauan kepada para jamaah agar segera mengirim paspor yang masih berada di rumah ke Kantor Kementerian Haji Kebumen.
“Bagi jamaah haji mandiri itu langsung kita bio visa di kantor, bagi jamaah haji yang tergabung di KBIH monggo merapat ke KBIH-nya,” imbuhnya.
Keberhasilan pelunasan melebihi kuota ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam menunaikan ibadah haji meski harus menunggu bertahun-tahun sejak pendaftaran.
Selain itu, kesiapan pemerintah daerah dalam memfasilitasi proses keberangkatan hingga detail logistik juga menjadi faktor penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah tahunan ini.
Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berhaji, pihak pemerintah daerah harus terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas agar dapat memenuhi kebutuhan para calon jamaah dengan baik.
Proses administrasi hingga pengurusan dokumen seperti paspor dan visa menjadi krusial mengingat banyaknya jumlah calon jamaah.
Perubahan titik keberangkatan dari Solo ke Yogyakarta juga perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada para calon jamaah agar tidak terjadi kebingungan saat hari keberangkatan tiba.
Perubahan tersebut tentunya membawa konsekuensi berupa persiapan logistik dan koordinasi lebih matang antara pihak kementerian dengan calon jamaah.
Selain itu, pihak terkait perlu memastikan bahwa seluruh proses dari pelunasan hingga keberangkatan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah daerah maupun pusat.
Para calon jamaah juga diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi terkait jadwal dan persyaratan keberangkatan secara aktif guna menghindari masalah teknis atau administratif yang dapat menghambat perjalanan mereka menuju tanah suci. (cah/stch/dda)
















