BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Persaingan sengit di Grup F Liga 4 Jawa Tengah semakin memanas setelah rangkaian pertandingan yang digelar pada Rabu (14/1/2026).
Persak Kebumen tampil luar biasa, melesat ke puncak klasemen sementara, sementara Persibara Banjarnegara meraih kemenangan perdananya di putaran kedua meski harus melalui laga penuh ketegangan dan drama.
Bertanding di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo, Persak Kebumen menunjukkan dominasi penuh saat menghadapi Persikama Kabupaten Magelang.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tim asuhan Gatot Barnowo ini langsung menampilkan permainan menyerang dengan tekad kuat mengamankan tiga poin.
Tekanan demi tekanan berbuah manis pada menit ke-36 ketika Al Ahmad Vabiyanto mencetak gol pertama melalui sundulan kepala yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Persikama dari situasi sepak pojok.
Keunggulan tersebut semakin membangkitkan semangat Persak Kebumen. Memasuki babak kedua, mereka langsung menggempur pertahanan lawan.
Baru dua menit berjalan, Al Ahmad Vabiyanto kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan sundulan kepala setelah menerima umpan dari sisi sayap. Gol ini semakin menjauhkan jarak antara kedua tim.
Persak terus menekan tanpa henti. Pada menit ke-63, Dzira Arifin memperlebar keunggulan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persikama.
Hanya berselang dua menit kemudian, Al Ahmad Vabiyanto melengkapi hattrick-nya setelah menyelesaikan kerja sama apik antarpemain dengan tenang. Skor 4-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan meyakinkan ini mengantarkan Persak Kebumen naik ke puncak klasemen sementara Grup F dengan raihan 7 poin dari empat laga, hasil dari dua kemenangan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Pelatih Gatot Barnowo mengungkapkan kepuasannya terhadap penampilan anak asuhnya yang mampu menjaga fokus dan efektivitas permainan sejak awal hingga akhir laga.
“Anak-anak bermain sesuai rencana,” katanya kepada awak media setelah pertandingan berakhir.
“Mereka disiplin sabar dan tidak terburu-buru. Kemenangan ini penting tapi kami tetap harus rendah hati karena persaingan masih ketat.”
Di tempat lain, Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara menjadi saksi kemenangan perdana Persibara di putaran kedua setelah menundukkan Persik Kendal dengan skor tipis 1-0.
Namun kemenangan ini diraih dalam pertandingan penuh ketegangan serta protes keras terhadap kepemimpinan wasit.
Sejak awal bentrok kedua tim bermain terbuka dan ngotot sehingga intensitas tinggi membuat pelanggaran kerap terjadi.
Situasi semakin panas pada menit ke-20 hingga mencapai puncaknya di menit ke-32 ketika keputusan wasit memicu protes keras dari pemain tim pelatih bahkan manajer Persibara.
Pertandingan sempat terhenti lebih dari sepuluh menit akibat keributan yang terjadi di lapangan.
Drama belum berhenti sampai di situ. Menjelang turun minum Persibara sempat mencetak gol lewat tendangan bebas keras namun dianulir wasit karena dianggap ada pemain tuan rumah yang berada dalam posisi offside.
Keputusan ini kembali memancing reaksi keras dari kubu Persibara. Memasuki babak kedua tensi pertandingan tetap tinggi.
Wasit harus mengeluarkan sedikitnya delapan kartu kuning demi meredam emosi kedua tim yang terus berkobar.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada menit ke-64 ketika umpan tendangan bebas Dea Wahyudin sukses disambut Bayu Eko sehingga menggetarkan gawang lawan.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir meskipun sempat diwarnai protes terkait tambahan waktu oleh kubu Persik Kendal.
Pelatih Agus Riyanto menyebut kemenangan ini sangat berarti bagi mental timnya meski ia mengakui bahwa laga berjalan tidak mudah.
“Pertandingan ini penuh emosi,” katanya kepada awak media usai pertandingan selesai .
“Tapi anak-anak tetap berjuang sampai akhir. Kemenangan ini penting untuk mengangkat kepercayaan diri tim apalagi setelah beberapa hasil kurang maksimal sebelumnya.”
Kendati menang posisi Persibara masih berada di dasar klasemen sementara dengan 4 poin dari empat laga hasil satu kemenangan satu imbang dan dua kekalahan sedangkan Persik Kendal turun ke peringkat kedua dengan 6 poin disusul oleh Persikama Kabupaten Magelang di posisi ketiga dengan 5 poin.
Dengan dua pertandingan tersisa persaingan di Grup F masih terbuka lebar setiap tim masih memiliki peluang untuk melaju ke fase berikutnya menjadikan dua pertandingan terakhir sebagai penentu nasib masing-masing tim ditengah ketatnya kompetisi Liga 4 Jawa Tengah. (put/jud/stch/dda)
















