Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemdes Gemeksekti Kebumen Alokasikan Dana Desa 258 Juta untuk Budidaya Melon Premium di Greenhouse

Pemdes Gemeksekti Alokasikan DD Rp 258 JutaPemdes Gemeksekti Alokasikan DD Rp 258 Juta
GREEN HOUSE: Pemdes Gameksekti siapkan 3 green house untuk budidaya melon premium dalam rangka mendukung stabilitas ketahanan pangan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Desa Gemeksekti di Kecamatan/Kabupaten Kebumen mengambil langkah berarti dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya melon kualitas premium.

Inisiatif ini menghadirkan tiga bangunan greenhouse yang telah disiapkan secara khusus untuk mengakomodasi penanaman melon berkualitas tinggi.

Proyek ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, menandai langkah maju dalam bidang agrikultur lokal yang dimulai pada awal tahun ini.

Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, menjelaskan bahwa anggaran untuk proyek ambisius ini berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2025 dengan total Rp 258 juta, atau sekitar 20 persen dari alokasi Dana Desa yang diarahkan untuk ketahanan pangan.

Setelah serangkaian musyawarah desa, keputusan bulat diambil untuk memfokuskan dana tersebut pada budidaya melon premium.

“Minggu kemarin sudah launching, penanaman 2 ribu benih melon,” ungkap Suramin pada Selasa (19/1), menunjukkan antusiasme dan optimisme terhadap masa depan proyek tersebut.

Proses penanaman telah dimulai dan diperkirakan hasil panen dapat dinikmati dalam waktu tiga bulan ke depan.

Proyek ini juga melibatkan pihak ketiga yang akan memberikan pendampingan intensif mulai dari tahap penanaman hingga panen.

Hal ini dilakukan untuk memastikan BUMDes dapat mengelola produksi dengan baik dan memaksimalkan hasil panen.

“Bahkan apabila BUMDes belum bisa menjual hasil panen,” lanjut Suramin, “pihak ketiga siap menampung hasil panen.”

Sinergi yang terbangun antara BUMDes dan pihak ketiga ini tidak hanya bertujuan untuk mengoptimalkan proses produksi tetapi juga untuk mengamankan pasar bagi hasil panen melon premium agar tidak terjadi surplus yang tidak tertangani.

Lebih jauh, budidaya melon ini juga akan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Gemeksekti.

Program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan asupan nutrisi masyarakat dengan menyediakan makanan bergizi secara cuma-cuma.

BUMDes nantinya akan berkoordinasi dengan pengelola dapur program MBG guna menyuplai kebutuhan buah segar dari hasil budidaya melon tersebut.

“Nanti berkoordinasi untuk bisa suplai (MBG),” terang Suramin, menggambarkan kolaborasi lintas program demi kesejahteraan masyarakat Gemeksekti.

Suramin berharap bahwa inisiatif ini akan berkembang pesat serta mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Kecamatan Kebumen dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dengan perencanaan dan eksekusi yang matang, budidaya melon premium ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi ekonomi desa tetapi juga bagi ketahanan pangan jangka panjang wilayah tersebut. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
144 Gerai KDMP Ditarget Selesai

144 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Purbalingga Dikebut, Skema Dana Desa Masih Tunggu PMK

Berita Selanjutnya
Percepatan Pembangunan Dikebut

Hindari Keterlambatan Tender, Pemkab Cilacap Jemput Bola ke OPD