Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Banjarnegara Sediakan Rp 6,5 Milyar Bangun Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang

Pemkab Banjarnegara Anggarkan Rp6,5 Miliar untuk Bangun Dua Jembatan RusakPemkab Banjarnegara Anggarkan Rp6,5 Miliar untuk Bangun Dua Jembatan Rusak

BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memastikan proses pembangunan kembali dua jembatan yang rusak parah akibat banjir bandang di wilayah utara Banjarnegara akan segera direalisasikan pada tahun 2026.

Dua jembatan tersebut berada di Desa Karekan, Kecamatan Pejawaran, dan merupakan akses vital penghubung antara Desa Karekan dan Desa Karangsari yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga.

Banjir bandang yang terjadi pada akhir Desember 2025 menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur tersebut.

Curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan Banjarnegara utara pada Selasa, 30 Desember 2025.

Hal ini memicu luapan sungai yang menghantam dua jembatan, yakni Jembatan Kalibojong dan Jembatan Kalimerawu.

Dampak kerusakan paling serius terjadi pada Jembatan Kalibojong yang mengalami jebol pada bagian pondasi talud, sehingga akses jalan terputus total.

Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang, Pemkab Banjarnegara Siapkan Rp6,5 Miliar

Akibat kejadian tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas. Hal ini tentunya dapat mempersulit aktivitas masyarakat Banjarnegara.

Kondisi ini secara langsung menghambat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera menyiapkan langkah konkret untuk pemulihan infrastruktur.

Kepala Dinas PUPR Banjarnegara, Yusuf Winarso ST, melalui Sekretaris Dinas M Arqom, menegaskan bahwa kedua jembatan yang rusak berat tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi bukan bersifat ringan sehingga membutuhkan perencanaan dan anggaran khusus agar pembangunan dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Pemkab Banjarnegara telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2026 untuk pembangunan dua jembatan tersebut.

Dari total dana tersebut, sebesar Rp1,2 miliar dialokasikan untuk pembangunan kembali Jembatan Kalibojong, sementara Rp5,3 miliar diperuntukkan bagi Jembatan Kalimerawu.

Besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi.

Arqom menjelaskan bahwa karena telah memasuki tahun anggaran baru, pihaknya tidak memungkinkan lagi melakukan penanganan darurat seperti pada akhir tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, fokus utama saat ini adalah mempercepat proses administrasi dan persiapan teknis agar proyek pembangunan dapat segera dilelang.

Dengan begitu, diharapkan pada awal tahun 2026 sudah ada pemenang lelang dan pekerjaan fisik bisa langsung dimulai.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan proses lelang agar pembangunan tidak berlarut-larut, mengingat jembatan tersebut memiliki peran strategis bagi masyarakat setempat.

Selain sebagai jalur transportasi utama, akses tersebut juga mendukung kegiatan pendidikan, layanan kesehatan, dan roda perekonomian warga di wilayah pegunungan Banjarnegara.

Sementara itu, Wanidi Ahmad Hamdani selaku Komandan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pagentan sekaligus Komandan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kabupaten Banjarnegara mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

Ia mengingatkan bahwa intensitas hujan di wilayah pegunungan utara Banjarnegara masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.

Menurut Wanidi, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat melintasi wilayah rawan longsor dan aliran sungai.

Kewaspadaan kolektif dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material selama musim penghujan masih berlangsung.

Dengan adanya kepastian anggaran dan komitmen dari pemerintah daerah, warga Desa Karekan dan sekitarnya berharap pembangunan dua jembatan tersebut dapat segera terealisasi.

Selain itu, terdapat pembangunan jembatan Seran dan Winong yang memperkuat akses pendidikan aman dan nyaman.

Pemulihan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mengembalikan akses transportasi, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana di masa mendatang.(*/nds)

Berita Sebelumnya
PIP 2026 kembali cair bertahap, pastikan data siswa dan buku tabungan sudah sesuai sebelum datang ke bank

PIP 2026 Tahap demi Tahap, Ini Jadwal Cair dan Cara Verifikasi

Berita Selanjutnya
KAI Daop 5 Purwokerto Layani 255 Ribu Penumpang di Libur Nataru

KAI Daop 5 Purwokerto Berhasil Layani 255 Ribu Penumpang Selama Nataru 2026