Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Banyumas Siapkan Tiga Konsep Pengembangan Purwokerto sebagai Kota Berkelanjutan 2045

Pemkab banyumas siapkan tiga konsep pengembangan purwokertoPemkab banyumas siapkan tiga konsep pengembangan purwokerto

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas mendapatkan kehormatan menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Jawa yang terpilih mengikuti program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program ini bertujuan mengembangkan kota-kota berkelanjutan di Indonesia menuju tahun 2045, yang merupakan tahun peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah II Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Melva Eryani Marpaung, menyampaikan bahwa program ICP mencakup 10 kota di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua.

Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa yang terpilih, sementara program serupa sebelumnya telah dijalankan di kawasan pariwisata Borobudur dan Bromo dengan dukungan Bank Dunia.

Untuk Purwokerto, program ICP akan menitikberatkan pada perencanaan terintegrasi dan penataan kawasan yang mendukung pengembangan infrastruktur.

Rencana besar Purwokerto adalah menjadi kota pendidikan, dengan dukungan potensi wisata yang sudah ada. Kawasan Kota Lama Banyumas juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata global.

Melva menjelaskan, pengembangan tidak hanya fokus pada kawasan pendidikan dan wisata, tetapi juga kawasan bisnis yang terintegrasi dengan pusat pemerintahan baru di Jalan Bung Karno Purwokerto.

Kawasan pemerintahan baru ini dirancang tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat bisnis sehingga dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan dari APBD.

Perempatan kebondalem purwokerto

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut positif program ICP ini. Menurutnya, program ini membuka peluang besar agar Purwokerto dan Kabupaten Banyumas semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

“Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa yang mendapat program ICP, ini kesempatan besar untuk pembangunan,” ujarnya.

Sadewo juga menyoroti perlunya perencanaan menyeluruh dalam pengelolaan drainase di Purwokerto, mengingat seringnya terjadi genangan air saat hujan deras.

Selain itu, rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pejagan (Brebes) dengan Cilacap juga menjadi bagian kajian dalam program ICP.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan, menjelaskan salah satu alasan terpilihnya Banyumas adalah infrastruktur pendidikan yang baik, serta sarana transportasi yang mendukung. Potensi wisata yang besar juga menjadi nilai tambah untuk pengembangan wilayah ini.

“Purwokerto dan Banyumas memiliki kekuatan di bidang pendidikan dan wisata yang mendukung pertumbuhan perkotaan di Jawa Tengah,” kata Dedy.

Sementara itu, Ketua DPRD Banyumas, Subagyo, juga mengapresiasi program ICP sebagai momentum penting. Ia mengingatkan agar pembangunan harus berkelanjutan, memperhatikan kelestarian lingkungan dan harmoni sosial.

Subagyo menambahkan, persiapan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi kunci sukses menyongsong program ICP dan visi Indonesia Emas 2045.

“Ini tantangan besar yang harus dikelola dengan baik. SDM unggul menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Berita Sebelumnya
Tata cara klaim diskon listrik 50 persen yang akan disalurkan mulai juni 2025

Cara Klaim Diskon Listrik 50 Persen dari PLN Juni–Juli 2025, Cek di Sini!

Berita Selanjutnya
Terlibat lgbt, oknum anggota tni di purbalingga ditahan

Miris! Oknum TNI di Purbalingga Ditahan Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis