BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 137 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Golongan II dan III Formasi Tahun 2024 mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, pada Jumat (9/1) di Aula Diklat Praja Cilacap.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali CPNS dengan integritas, sikap profesional serta pemahaman mengenai nilai dasar ASN BerAKHLAK agar siap menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Bayu Prahara, Kepala BKPSDM Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa 137 CPNS tersebut dijadwalkan mengikuti Latsar mulai 12 Januari hingga 18 April 2026.
“Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan pembelajaran yang menggabungkan metode klasikal dan nonklasikal,” ungkapnya kepada awak media.
Bayu juga merinci bahwa Latsar terdiri dari empat tahapan utama: pembelajaran mandiri, e-learning, aktualisasi di unit kerja serta pembelajaran klasikal di Sasana Diklat Praja Kabupaten Cilacap.
Fokus materi pelatihan adalah pembentukan karakter CPNS sekaligus penguatan kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing.
“Melalui pola pembelajaran ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tambah Bayu.
Pentingnya pelatihan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Latsar menjadi bagian krusial dalam menyiapkan CPNS agar mampu memberikan pelayanan publik yang baik serta melaksanakan kebijakan pemerintah dengan tepat.
Lebih jauh lagi, program ini dirancang untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Pelatihan ini adalah bekal awal untuk menjadi pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas dan berdaya saing sehingga mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan Pemkab Cilacap,” kata Bayu mengakhiri penjelasannya.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelatihan, pendekatan yang digunakan tidak hanya mencakup teori tetapi juga praktik langsung di lapangan. Ini dilakukan agar CPNS dapat segera beradaptasi dan memberikan dampak positif di unit kerja masing-masing.
Integrasi antara metode klasikal dan nonklasikal dianggap sebagai cara efektif untuk memastikan peserta mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif.
Metode klasikal biasanya melibatkan sesi tatap muka yang memungkinkan interaksi langsung antara pengajar dan peserta.
Sementara itu, metode nonklasikal seperti e-learning memungkinkan peserta untuk belajar secara mandiri menggunakan platform digital.
Kombinasi kedua metode ini diyakini dapat memaksimalkan potensi belajar tiap individu dengan tetap memperhatikan kebutuhan spesifik setiap peserta.
Aktualisasi di unit kerja menjadi salah satu tahap penting dalam Latsar ini karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan.
Dalam konteks ini, CPNS tidak hanya dituntut memahami teori tetapi juga harus mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata.
Pemkab Cilacap berharap bahwa melalui Latsar ini para CPNS dapat lebih siap menghadapi tantangan birokrasi modern yang semakin kompleks.
Dengan bekal kompetensi teknis dan karakter kuat yang dibangun selama pelatihan, mereka diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam reformasi birokrasi demi terciptanya pelayanan publik yang lebih baik. (jul/dda)
















