Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Kebumen Dorong Pengelolaan Sampah Modern Lewat Pabrik RDF dan TPST

Pemkab Dorong Pengelolaan Sampah ModernPemkab Dorong Pengelolaan Sampah Modern
Audiensi dan pertemuan membahas pengelolaan sampah modern di ruang kerja Bupati Kebumen, Rabu (5/11).

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen tengah bersiap menyambut kedatangan Tim Penilai Adipura dan Penegakan Hukum dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kembali kesiapan Kebumen dalam meraih penghargaan Adipura, yang sebelumnya telah berhasil diperoleh.

Audiensi dan pertemuan penting berlangsung di ruang kerja Bupati pada Rabu (5/11), menjadi momen krusial bagi Pemkab Kebumen untuk mempresentasikan upaya mereka dalam pengelolaan lingkungan.

Asep Nurdiana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kebumen, menjelaskan bahwa kunjungan tim tersebut merupakan langkah awal dalam proses penilaian Adipura.

“Tahun kemarin kita pernah menerimanya dan kini kami berharap bisa mempertahankannya,” ujar Asep Nurdiana dengan antusiasme yang tinggi.

Ia menekankan bahwa beberapa lokasi strategis akan menjadi fokus utama penilaian, terutama Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang memiliki bobot nilai terbesar.

Namun demikian, Asep mengakui masih adanya tantangan signifikan yang dihadapi oleh TPA Kebumen saat ini.

Statusnya yang masih berupa open dumping atau penumpukan sampah terbuka dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran udara yang serius.

Meskipun demikian, langkah-langkah konkret telah dimulai untuk mengatasi masalah tersebut.

Berkat kebijakan Bupati Lilis Hj Nuryani, Kebumen telah mengambil langkah besar menuju controlled/sanitary landfill.

“Melalui APBD Perubahan tahun ini dan APBD Murni 2026, kami mendapat kebijakan dari Bupati terkait covering menggunakan geomembran untuk menutup TPA,” jelas Asep Nurdiana.

Penutupan ini dirancang untuk memaksimalkan penangkapan gas metana yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai biogas, sebuah langkah inovatif menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Bupati Lilis Nuryani, dalam pernyataannya saat acara makan siang bersama tim penilai, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran mereka dan menegaskan komitmen Pemkab Kebumen terhadap pelestarian lingkungan.

“Semoga bisa kembali meraih piala Adipura ya, Pak, Bu,” harap Bupati Lilis dengan nada penuh optimisme.

Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, ia memastikan bahwa proses perbaikan TPA sudah berjalan dengan baik.

“Saat kunjungan Menteri LH pun juga sudah ada proses pengurukan TPA meski masih tipis karena anggaran di daerah terbatas,” kata Bupati dengan jujur mengenai tantangan finansial yang dihadapi.

Namun demikian, visi strategisnya tidak hanya berhenti pada pengurukan semata.

Dalam sebuah langkah strategis lainnya, Bupati Lilis mengusulkan pembangunan Pabrik RDF (Refuse Derived Fuel) serta pengeluaran Surat Edaran Dana Desa yang mendorong setiap desa mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan sampah.

Pengembangan Pabrik RDF ini menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara.

Dengan menggandeng PT SBI dalam kerja sama strategis ini, Kebumen berharap dapat memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Saat ini, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di depan Stadion Chandradimuka Kebumen telah menjadi sumber utama pengiriman RDF tersebut.

Rencana pembangunan Pabrik RDF di Kretek Rowokele serta pemilahan awal sampah di TPA Semali menunjukkan komitmen Pemkab Kebumen terhadap solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, pabrik RDF dari TPA Kaligending direncanakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun depan.

Dengan demikian diharapkan volume sampah akan berkurang secara signifikan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Selain inisiatif-inisiatif tersebut, Bupati Lilis juga memberikan arahan melalui Surat Edaran agar setiap desa dapat mengalokasikan Dana Desa (DD) mereka untuk kegiatan pengelolaan sampah.

“Ini menjadi nilai tambah dari kebijakan Bupati,” ungkap Asep Nurdiana sambil mengutip arahan penting dari sang Bupati.

Ia yakin bahwa kepala desa dapat mendukung program tersebut sehingga dapat terwujud sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari.

Dengan semua inisiatif dan strategi yang telah direncanakan ini, Kebumen tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap penghargaan Adipura namun juga memperlihatkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Harapan besar disematkan agar usaha-usaha ini tidak hanya membawa pulang kembali piala bergengsi Adipura tetapi juga membawa perubahan nyata terhadap kualitas hidup warga Kebumen secara keseluruhan. (mam/dda)

Berita Sebelumnya
Skor Integritas Masih 77,58

Skor Integritas Pemkab Cilacap Masih 77,58, Bupati Syamsul Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Berita Selanjutnya
Tidak Mau Nikah Lagi

Deddy Corbuzier Ungkap Alasan Tidak Ingin Menikah Lagi Usai Cerai Kedua Kali