BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen bergerak cepat dalam menangani dampak longsor yang sempat menutup akses penghubung antar kabupaten di Ruas Karangsambung-Giritirto, tepatnya di Desa Totogan, Kecamatan Karangsambung.
Perbaikan berupa pengecoran jalan segera dilaksanakan sebagai upaya untuk memulihkan mobilitas dan kenyamanan pengguna jalan.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, telah melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan dampak longsoran pada Rabu (3/12).
Akses vital ini menghubungkan Kabupaten Kebumen dengan Banjarnegara dan menjadi jalur penting bagi masyarakat setempat.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Kurnia Hadi, menjelaskan bahwa jalan tersebut nyaris terputus akibat longsor beberapa waktu lalu.
Melihat urgensi pemulihan akses ini, DPUPR Kebumen bersama instansi terkait lainnya segera mengambil tindakan dengan membangun dinding penahan tanah dari beton serta talud di bawah tebing yang dilengkapi dengan sistem drainase.
“Saat ini alhamdulillah Dinding Penahan Beton sudah selesai, drainase sudah ada, dinding talud arah tebing tinggal finishing,” ungkap Kurnia.
Namun, kendala sempat muncul saat pelaksanaan pekerjaan karena adanya longsor susulan.
Berkat kerjasama kolaboratif antara DPUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, serta TNI-Polri, potensi longsor susulan berhasil diminimalisir melalui langkah pemangkasan yang efektif.
Rencana pengecoran badan jalan akan dimulai pada Kamis (4/12), meliputi panjang 80 meter dan lebar 6 meter.
Proses pengecoran ini dirancang agar meningkatkan keamanan dan ketahanan jalan.
“Rencana Kamis besok sesuai jadwal mulai melaksanakan penanganan badan jalan,” tambahnya.
Koordinasi dengan kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa juga dilakukan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar selama proyek berlangsung.
Pihak berwenang merencanakan penutupan total jalan selama pekerjaan berlangsung karena kesulitan untuk melakukan pengecoran secara parsial.
Namun demikian, pengendara sepeda motor masih dapat menggunakan jalur ini sementara mobil dan kendaraan muatan diarahkan melalui jalur alternatif Wonotirto hingga Jembatan Merah Putih.
Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam bulan ini sehingga aksesibilitas masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya.
Selain itu DPUPR juga berencana bekerjasama dengan BPBD untuk memperkuat stabilitas tebing dengan menanam rumput vetiver yang dikenal efektif dalam mencegah erosi tanah.
Upaya penyelamatan infrastruktur ini tidak hanya penting bagi kelancaran transportasi tetapi juga sebagai bentuk mitigasi bencana jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah daerah serta dukungan dari berbagai pihak terkait diharapkan kawasan tersebut dapat lebih tahan terhadap potensi bencana di masa depan.
Dalam kunjungan lapangannya, Bupati Lilis Nuryani menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan proyek ini demi kesejahteraan masyarakat Kebumen secara keseluruhan.
Penggunaan infrastruktur yang baik dan aman sangat krusial bagi aktivitas ekonomi serta kehidupan sosial warga sekitar.
Langkah-langkah strategis seperti ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kebumen untuk meningkatkan kualitas hidup warganya melalui perbaikan infrastruktur dasar yang andal dan aman. (mam/dda)
















