Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PBMTI Kebumen Siapkan Strategi 2026, Prioritaskan Akreditasi IMS untuk BMT Berkelanjutan

PBMTI Tekankan Pentingnya Akreditasi IMSPBMTI Tekankan Pentingnya Akreditasi IMS
RAKER: Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Kerja (Raker) Bulanan Desember 2025 di Momong Resto Kebumen, Selasa (2/12)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada Selasa (2/12), Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Kerja (Raker) Bulanan Desember 2025 di Momong Resto Kebumen.

Acara ini tidak hanya berfokus pada pembahasan agenda akhir tahun, tetapi juga mempersiapkan kebijakan strategis untuk tahun mendatang.

Edi Purwanto, Ketua PBMTI Kabupaten Kebumen, menekankan bahwa rapat kerja tahunan ini merupakan bagian rutin dari upaya perencanaan dan pengembangan organisasi.

Dalam sambutannya, Edi Purwanto menjelaskan pentingnya rapat kerja tahunan ini sebagai sarana untuk menyelaraskan visi dan misi organisasi dengan target yang ingin dicapai pada tahun 2026.

“Selain rapat bulanan Desember 2025, kita juga mengadakan rapat kerja untuk tahun 2026 yang dihadiri seluruh anggota Perhimpunan BMT Kabupaten Kebumen. Raker ini memang rutin digelar setiap akhir tahun,” ungkap Edi Purwanto kepada media.

Salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan Akreditasi Manajemen Pemasaran Internasional (IMS).

Akreditasi IMS dianggap sebagai instrumen penilaian kesehatan keuangan dan operasional bagi koperasi simpan pinjam berbasis syariah atau dikenal sebagai Baitul Maal wat Tamwil (BMT).

Hal ini ditegaskan oleh Sunarno Eko Supranoto, Kepala Lembaga PBMTI Akreditasi.

Menurut Sunarno, “IMS menjadi semacam tolak ukur apakah BMT itu sehat atau tidak. Hasilnya akan terlihat dari implementasi IMS tersebut.”

Dalam rapat kerja ini, PBMTI Kebumen menetapkan tiga fokus utama untuk mencapai tujuan organisasi di tahun mendatang. Poin pertama adalah ketaatan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.

Memastikan setiap BMT beroperasi sesuai hukum dan aturan syariah menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat.

Kedua, Edi Purwanto menekankan pentingnya memastikan kesehatan finansial yang syar’i.

Ini berarti bahwa setiap BMT harus dikelola dengan prinsip-prinsip syariah yang ketat guna menjamin keberlanjutan operasionalnya.

Pengelolaan keuangan yang sehat dan transparan tidak hanya akan meningkatkan kredibilitas BMT di mata publik tetapi juga memperkuat posisinya dalam industri keuangan syariah.

Fokus ketiga adalah peningkatan transparansi dalam semua aspek operasi BMT.

Transparansi menjadi kata kunci dalam membangun kepercayaan antara koperasi dan anggotanya serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana yang dipercayakan oleh anggota.

PBMTI Kebumen juga telah mengambil langkah-langkah konkret dalam menerapkan akreditasi mandiri terhadap 16 BMT anggotanya.

Hasil dari akreditasi ini dinilai cukup baik namun Sunarno menegaskan pentingnya pendampingan oleh asesor berpengalaman untuk meningkatkan kualitas akreditasi di masa mendatang.

Proses akreditasi yang dilakukan PBMTI Kebumen menunjukkan komitmen kuat organisasi ini terhadap peningkatan kualitas layanan keuangan syariah di daerah.

Dengan dukungan penuh dari para anggotanya serta arahan dari lembaga akreditasi, PBMTI optimis dapat mewujudkan koperasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui rencana strategis yang telah disusun dalam rapat kerja tahunan ini, PBMTI Kabupaten Kebumen berharap dapat menghasilkan dampak positif tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat luas.

Dengan fokus pada akreditasi IMS sebagai tolak ukur kesehatan BMT, organisasi ini siap menghadapi tantangan baru di tahun 2026 dengan optimisme tinggi.

Keberhasilan implementasi strategi tersebut tentunya bergantung pada kerjasama solid antar anggota organisasi serta pemahaman mendalam tentang pentingnya ketaatan dan transparansi dalam pengelolaan BMT.

Melalui upaya bersama ini diharapkan dapat tercipta lingkungan bisnis yang kondusif bagi perkembangan ekonomi lokal berbasis syariah di Kabupaten Kebumen.

Masa depan cerah menanti jika semua pihak bersedia berkomitmen untuk terus belajar dan mengimplementasikan praktik terbaik dalam manajemen keuangan syariah.

Dengan demikian, visi misi PBMTI untuk membentuk koperasi sehat dan transparan bukanlah sekadar impian melainkan tujuan nyata yang bisa dicapai melalui dedikasi dan kerjasama seluruh pihak terkait. (mam/dda)

Berita Sebelumnya
DJBC Terancam Dibekukan dan Diganti SGS

Impor Ilegal Menggila, Menkeu Purbaya Akan Bekukan Bea Cukai dan Ganti dengan SGS

Berita Selanjutnya
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi Extra Sebagai Pinjaman Limit Tinggi

Bank Raya Rilis Fitur Pinang Flexi Extra, Pinjaman Limit Tinggi hingga 500 Juta