BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga memulai langkah konkret dalam penanganan infrastruktur jalan dengan menggelar uji coba pengaspalan hotmix di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Makam Pahlawan Purbosaroyo, Kelurahan Kandanggampang, Minggu, 1 Juni 2025.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani turun langsung meninjau proses pengaspalan menggunakan produk Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS-WC) yang diproduksi oleh salah satu perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP).
Uji coba dilakukan sepanjang 130 meter dengan lebar 7 meter sebagai bentuk simulasi lapangan.
Pengaspalan ini meliputi seluruh tahapan teknis, mulai dari penyemprotan tack coat, penghamparan aspal menggunakan Tracked Asphalt Finisher, hingga proses pemadatan dengan Tandem Roller.
Meski bukan bagian dari proyek resmi Pemkab, inisiatif ini dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi teknis terhadap kualitas produk yang ditawarkan pihak swasta.
Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Purbalingga, Mukodam, menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah inisiatif penyedia untuk mendemonstrasikan produknya, dan seluruh biaya ditanggung penyedia.
“Jika hasil uji laboratorium menunjukkan standar kualitas terpenuhi, maka produk ini bisa menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk proyek jalan di Purbalingga,” ujarnya.
69 Ruas Jalan Siap Diperbaiki, Rp 47 Miliar Disiapkan
Uji coba ini menjadi pembuka bagi pelaksanaan program strategis Pemkab dalam mempercepat perbaikan jalan rusak.
Bupati Fahmi menyebut, perbaikan jalan menjadi prioritas utama di APBD 2025, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 47 miliar untuk penanganan 69 ruas jalan di seluruh wilayah kabupaten.
“Juni sampai Agustus 2025 akan jadi masa aktif kami melaksanakan proyek perbaikan dan pemeliharaan jalan, baik yang anggarannya besar maupun kecil,” jelasnya.
Sebanyak 12 ruas utama akan ditangani melalui proses lelang, antara lain:
- Gembrungan – Bandingan
- Rajawana – Rembang
- Kalikajar – Penaruban
- Karanggedang – Pekutukan
- Karangkabur – Kalitinggar
- Wirasana – Kalikajar
- Jalan Letjen S. Parman
- Slinga – Kembaran Wetan
- Kalikajar – Sidanegara
- Karanggambas – Walik
- Mewek – Kalimanah Wetan
- Panican – Kemojing
Sementara 57 ruas lainnya yang memiliki nilai proyek di bawah Rp 200 juta akan ditangani melalui mekanisme pengadaan langsung.
Bupati juga menyampaikan bahwa program ini merupakan tahap awal. Dukungan tambahan akan diupayakan melalui Perubahan APBD 2025, bantuan dari Pemprov Jawa Tengah, serta melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
“Masih banyak PR untuk memperbaiki jalan di Purbalingga. Ini baru langkah awal, dan kami akan terus mendorong agar jumlah jalan dalam kondisi mantap bisa bertambah signifikan, termasuk lewat APBD 2026,” ujar Bupati Fahmi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab untuk mewujudkan visi “Alus Dalane, Kepenak Ngodene”—jalan halus, perjalanan nyaman—sebagai prioritas pembangunan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat. (amr/stch)
















