Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penindakan Rokok Ilegal Meningkat, Purbaya Sebut Pegawai Bea Cukai Makin Sulit Disuap

PURBAYA: Pegawai DJBC Hampir Sulit DisogokPURBAYA: Pegawai DJBC Hampir Sulit Disogok
Ilustrasi razia rokok ilegal.

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) semakin menunjukkan ketidakmudahan untuk disuap. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah penindakan dan razia yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai dalam beberapa waktu terakhir.

“Bea Cukai kini lebih giat dalam melaksanakan razia dan pemeriksaan. Mereka sudah hampir tidak bisa disuap lagi, sehingga penangkapan menjadi lebih signifikan,” ujar Purbaya pada konferensi pers APBN KiTA yang berlangsung di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (18/12).

Baru-baru ini, Bea Cukai berhasil menyita 11 juta batang rokok ilegal pada Kamis (11/12). Dalam operasi ini, tiga warga negara asing asal Tiongkok ditangkap di Boarding Lounge keberangkatan luar negeri Bandara Soekarno-Hatta saat hendak meninggalkan Indonesia.

“Saat ini ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Salemba cabang Kantor Pusat DJBC dan kami telah melakukan koordinasi dengan kedutaan besar negara mereka di Indonesia,” ungkap Purbaya.

Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari sekitar 11 juta batang rokok ilegal dengan merek Marlboro dan dicap dengan pita cukai palsu, dengan total nilai mencapai Rp 23 miliar.

Potensi kerugian negara yang berhasil dihindari diperkirakan sebesar Rp 12,5 miliar. Rokok-rokok ilegal tersebut diketahui berasal dari Dili, Timor Leste.

Barang-barang tersebut diselundupkan ke wilayah Indonesia melalui jalur-jalur tidak resmi yang dikenal sebagai ‘jalur tikus’ secara bertahap dan kemudian ditimbun di wilayah Atambua sebelum didistribusikan lebih lanjut.

“Operasi penindakan ini merupakan hasil kerja intelijen serta tindak lanjut dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran rokok ilegal di wilayah perbatasan. Kami akan terus meningkatkan upaya seperti ini dan saya yakin hasilnya akan semakin besar lagi di masa mendatang,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Peningkatan aktivitas penindakan oleh DJBC merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memerangi perdagangan barang ilegal yang merugikan negara.

Selain itu, langkah-langkah tegas ini juga bertujuan untuk menjaga integritas sistem perpajakan dan melindungi industri rokok legal yang taat aturan.

Keberhasilan DJBC dalam mengungkap kasus penyelundupan rokok ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Masyarakat berharap agar intensitas penindakan terus ditingkatkan demi menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil bagi semua pelaku ekonomi.

Dalam konteks penegakan hukum, koordinasi antara DJBC dengan berbagai instansi terkait termasuk aparat keamanan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti secara efektif.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif konsumsi barang ilegal juga menjadi aspek penting dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia di DJBC juga menjadi salah satu fokus utama agar petugas di lapangan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien.

Pelatihan-pelatihan terkait teknik investigasi dan penggunaan teknologi informasi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perpajakan.

Lebih jauh lagi, kerjasama internasional dengan negara-negara tetangga juga perlu ditingkatkan untuk mengatasi masalah penyelundupan lintas batas.

Dengan demikian, pengawasan terhadap jalur-jalur perbatasan dapat dilakukan secara lebih optimal demi mencegah masuknya barang-barang ilegal ke dalam negeri.

Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah juga mengajak peran aktif masyarakat untuk melaporkan aktivitas-aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan perdagangan barang ilegal.

Partisipasi aktif masyarakat diyakini dapat membantu pihak berwenang dalam mengidentifikasi dan menangani kasus-kasus penyelundupan secara lebih cepat.

Dengan keberhasilan operasi penindakan terbaru ini, DJBC menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan ekonomi negara serta memastikan bahwa setiap pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku.

Langkah-langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk menekan angka penyelundupan tetapi juga untuk membangun sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel.

Ke depan, tantangan masih banyak menghadapi DJBC terutama dalam menghadapi evolusi modus operandi para pelaku kejahatan ekonomi yang semakin kompleks.

Namun demikian, melalui reformasi struktural dan peningkatan kapasitas kelembagaan, DJBC optimis dapat terus menjalankan tugasnya dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara. (*/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Tips Aman Berkendara Saat Liburan

Tips Aman Berkendara Jarak Jauh Saat Liburan Akhir Tahun di Yogyakarta

Berita Selanjutnya
18 Angkutan Umum Dicek Kelaikannya

Polres Kebumen Lakukan Ramp Check Kendaraan Angkutan Umum Jelang Libur Nataru