Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Peringatan Hardiknas 2026 di Kebumen Semarak dengan Pentas Tari Kolosal Siswa

Tari Kolosal Semarakkan Peringatan HardiknasTari Kolosal Semarakkan Peringatan Hardiknas
MERIAH: Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kebumen berlangsung meriah

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Kebumen berlangsung dalam suasana yang semarak dan penuh warna pada hari Sabtu, 2 Mei.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang berpartisipasi dalam pertunjukan seni yang menampilkan tarian kolosal.

Upacara peringatan Hardiknas dilangsungkan di Pendopo Kabumian, menjadi momen penting untuk merayakan pendidikan serta menghargai kontribusi dunia pendidikan di daerah tersebut.

Acara ini dibuka dengan penampilan yang memukau dari lima siswa SMPN 1 Karanganyar yang membawakan Tari Ngruwat Jagat.

Tarian ini memiliki makna simbolis sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi.

Dalam budaya Indonesia, tari tradisional sering kali mencerminkan nilai-nilai lokal dan kearifan masyarakat, dan penampilan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana seni dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa syukur kepada alam.

Suasana semakin hidup ketika 33 siswa dari SD se-Kecamatan Alian ikut tampil dengan Tari Gunungan, sebuah tarian yang menggambarkan kekayaan alam dan budaya lokal.

Penampilan dilanjutkan oleh 44 siswa dari SMPN 5 Kebumen yang menyajikan Tari Paksi Pakis, tarian ini membawa pesan penting tentang pelestarian alam dan lingkungan.

Setiap gerakan dalam tari ini menunjukkan keselarasan antara manusia dan lingkungan sekitar, serta mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan yang semakin mendesak saat ini.

Sebagai puncak dari rangkaian pertunjukan seni, seluruh penari bergabung untuk menampilkan tarian kolosal berjudul Rukun Sama Teman.

Tarian ini melibatkan puluhan siswa dari SDN 1 Kutosari, SDN 4 Kutosari, dan SDN 5 Bumirejo.

Inspirasi dari tarian ini berasal dari karya musik Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’fti, yang menekankan pentingnya kerjasama dan persatuan dalam mencapai tujuan bersama di dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kebumen turut hadir dan memimpin peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten Kebumen.

Dalam pidatonya yang membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bupati menekankan pentingnya refleksi terhadap spirit

“Sistem Among” Ki Hajar Dewantara.

Konsep ini mengajak kita untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan karakter dan budi pekerti peserta didik.

“Revitalisasi pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di Kebumen. Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan tersebut melalui revitalisasi 16.167 satuan pendidikan,” jelas Bupati.

Dia juga menyoroti program distribusi Papan Interaktif Digital sebagai langkah modernisasi dalam dunia pendidikan serta peningkatan kesejahteraan guru melalui beasiswa RPL senilai Rp3 juta per semester.

Selain itu, tunjangan sertifikasi bagi guru kini ditransfer setiap bulan untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada para pendidik.

Kegiatan peringatan Hardiknas tidak hanya terfokus pada aspek formal saja tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kolaborasi antara siswa, guru, dan masyarakat.

Momen seperti ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat seni mereka sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting tentang pendidikan dan lingkungan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ditutup dengan penampilan duet lagu “Doa Tulus Pemimpinku” oleh dua siswa berbakat yaitu Nanda Raka Pramudya dan Kanahaya Putri Rahadhian.

Penampilan mereka berhasil menyentuh hati semua hadirin dengan lirik yang penuh harapan dan aspirasi untuk masa depan pendidikan di Kebumen. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
146 Warga Binaan Skrining TBC dan HIV

Rutan Banjarnegara Gelar Skrining Kesehatan untuk Warga Binaan, Fokus pada TBC dan HIV

Berita Selanjutnya
Tradisi Metik Wijaya Kusuma Kembali Digelar

Kirab hingga Ritual Sakral, Tradisi Metik Wijaya Kusuma Hidup Kembali di Cilacap