Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah 95 Persen Cair, Cek Status Bantuan Sekarang

Penyaluran bantuan pkh dan bpnt tahap 2 hingga kini masih terus berlangsungPenyaluran bantuan pkh dan bpnt tahap 2 hingga kini masih terus berlangsung
Penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap 2 hingga kini masih terus berlangsung.

BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah terus bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahun 2025 kepada masyarakat yang termasuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Informasi terbaru menunjukkan bahwa proses pencairan bansos tahap dua untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah mencapai 95 persen. Target penyelesaian penyaluran dipastikan rampung dalam pekan ini.

Masyarakat pun semakin aktif mencari informasi terkini seputar pencairan PKH. Banyak yang bertanya-tanya apakah bantuannya sudah cair, bagaimana cara daftar PKH online melalui HP, dan cara mengecek bansos Rp600 ribu dari pemerintah melalui kanal resmi.

Sampai saat ini, pengecekan status penerima bantuan masih bisa dilakukan dengan mudah melalui situs resmi Kementerian Sosial, tepatnya di Cek Bansos Kemensos.

Warga cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nama lengkap sesuai dengan yang tertera di KTP.

Menariknya, penyaluran bansos kali ini menggunakan pendekatan baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah kini mengandalkan sistem berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), menggantikan sistem lama yaitu DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Langkah ini diambil demi meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan. DTSEN diyakini bisa memastikan bansos disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, dengan sistem yang lebih akurat dan akuntabel.

Hal tersebut sejalan dengan arahan langsung Presiden dan Menteri Keuangan agar bantuan negara tidak salah sasaran.

Progres pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT turut dijelaskan langsung oleh pihak Kementerian Sosial. Dalam pernyataan resminya pada 11 Juni 2025 lalu, pihak Kemensos menyampaikan bahwa data yang sudah dikirim ke bank dan PT POS telah mencapai lebih dari 95 persen.

“Sekarang sudah ada 95 persen lebih data yang kita kirim ke bank dan PT POS. Penyaluran bansos tahap pertama juga sudah berjalan dan mencapai 70 persen,” ujar Gus Ipul.

Program bansos tahap dua ini menyasar total 16,5 juta KPM dari lebih 20 juta calon penerima. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan.

Alasan PKH dan BPNT Tahap 2 Terlambat Cair

Namun, banyak yang bertanya mengapa penyaluran tahap dua ini sempat mengalami keterlambatan. Hal ini rupanya disebabkan oleh proses transisi dari sistem lama DTKS ke sistem DTSEN yang memerlukan sejumlah tahapan validasi baru.

Transisi tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2024. Proses baru ini melibatkan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), serta pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan seluruh data penerima benar-benar sesuai dan tidak menimbulkan kesalahan dalam penyaluran.

“Ini adalah masa transisi. Oleh karena itu, kami ingin lebih hati-hati dan akurat,” ujar Gus Ipul.

Keterlambatan pencairan pkh dan bpnt terhadap banyak kpm disebabkan oleh adanya transisi baru dari sistem dtks ke dtsen
Keterlambatan pencairan PKH dan BPNT terhadap banyak KPM disebabkan oleh adanya transisi baru dari sistem DTKS ke DTSEN.

Cara Cek Status Penerima PKH dan BPNT

Bagi masyarakat yang ingin mengecek apakah dirinya termasuk penerima PKH atau BPNT tahap dua 2025, cara pengecekannya cukup mudah.

Buka situs Cek Bansos Kemensos, lalu pilih wilayah domisili secara lengkap mulai dari provinsi hingga desa.

Setelah itu, masukkan nama lengkap sesuai KTP, lalu ketik kode huruf verifikasi dan tekan tombol “CARI DATA”.

Jika data bantuan muncul dan pada kolom PKH atau BPNT tertulis “YA” serta terdapat periode APR–JUN 2025, maka menandakan bahwa bansos sudah siap untuk dicairkan.

Selain pengecekan, masyarakat yang belum terdaftar juga bisa mengajukan diri secara mandiri untuk mendapatkan bansos. Prosesnya kini sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi resmi milik Kemensos.

Caranya cukup dengan mengunduh Aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store. Setelah membuka aplikasi, pemohon bisa memilih menu “Daftar Usulan”.

Kemudian, pemohon perlu mengisi data diri secara lengkap mulai dari NIK, nomor KK, hingga alamat tempat tinggal.

Selanjutnya, pemohon memilih jenis bantuan sosial yang ingin diajukan, apakah PKH atau BPNT. Jangan lupa untuk mengunggah foto KTP dan juga kondisi rumah sebagai bahan pertimbangan verifikasi.

Setelah semua data dikirim, tinggal menunggu proses verifikasi dari Kemensos dan pihak desa.

Tak hanya menyalurkan bantuan pokok, pemerintah juga menghadirkan program tambahan berupa bansos penebalan. Program ini memberikan bantuan ekstra sebesar Rp200 ribu per bulan bagi penerima BPNT, khusus untuk periode Juni dan Juli 2025.

“Ini bentuk atensi Presiden kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Gus Ipul.

Secara keseluruhan, proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2025 berlangsung cukup lancar.

Dengan hampir seluruh data sudah dikirimkan dan proses pencairan mencapai tahap akhir, masyarakat tinggal menunggu pencairan di rekening masing-masing atau melalui PT POS.

Dengan sistem berbasis DTSEN yang lebih mutakhir, diharapkan setiap rupiah dari dana bantuan sosial bisa benar-benar diterima oleh pihak yang tepat.

Ke depannya, proses ini juga akan menjadi landasan utama dalam penyaluran bantuan sosial nasional agar lebih efisien dan transparan.

Masyarakat diimbau untuk rutin mengecek status bansos melalui kanal resmi Kemensos. Bagi yang belum mendapatkan bantuan, jangan ragu memanfaatkan fitur daftar online yang sudah tersedia di aplikasi Cek Bansos.(fam)

Berita Sebelumnya
Playstation plus

Rayakan Ulang Tahun PlayStation Plus ke-15, Sony Tawarkan 3 Game Premium Gratis

Berita Selanjutnya
Penindakan truk odol dihentikan sementara

Penindakan Truk ODOL di Cilacap Dihentikan Sementara