Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Polres Banjarnegara Berhasil Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Gumiwang Setelah Enam Jam

Pelaku Tabrak Lari Ditangkap Setelah Enam JamPelaku Tabrak Lari Ditangkap Setelah Enam Jam
PERS CONFERENCE: Anggota Polres Banjarnegara saat menunjukan barang bukti kecelakaan tabrak lari

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Insiden tabrak lari yang melibatkan seorang pengemudi mobil berinisial IS (27), warga Desa Pagedongan, mencuri perhatian masyarakat setelah berhasil diungkap oleh aparat Satlantas Polres Banjarnegara.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Gumiwang, Purwanegara pada Sabtu (6/12).

Dalam konferensi pers yang diadakan Senin (8/12), Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto melalui Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Rohmat Setyadi menjelaskan bahwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 pagi dan baru dilaporkan ke Pos Lantas Bawang pada pukul 06.10.

Kecelakaan ini dengan cepat menjadi perbincangan publik karena informasi tersebar luas melalui media sosial.

“Setelah menerima laporan, anggota Unit Gakkum Satlantas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan rangkaian kegiatan kepolisian,” ungkap Rohmat dalam konferensi pers di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Banjarnegara.

Dari hasil penyelidikan awal di lapangan yang meliputi pengecekan lokasi, wawancara saksi mata, dan analisis rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi kendaraan terlibat adalah mobil dengan nomor polisi Z-12xx-TX.

Kendaraan ini diketahui menabrak sepeda motor bernomor polisi R-42xx-ZD. Korban yang mengendarai sepeda motor tersebut adalah Ibnu Malik (63), warga Kelurahan Prapas Desa, Gumiwang.

Sayangnya, Ibnu Malik meninggal dunia pukul 05.30 saat mendapatkan perawatan di PKU Muhammadiyah.

Keberangkatan IS dari lokasi kecelakaan tanpa memberikan pertolongan ataupun melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang memicu operasi pencarian intensif oleh kepolisian.

“Setelah rangkaian penyelidikan intensif, anggota berhasil mengamankan pengemudi serta barang bukti mobil pada pukul 12.30 siang ketika IS ditemukan berada di rumah orang tuanya di Desa Kutawuluh, Purwanegara,” jelas AKP Rohmat Setyadi.

Respons cepat dari aparat dalam menangani kasus tabrak lari ini mendapatkan perhatian luas masyarakat.

Pelaku berhasil ditangkap hanya enam jam setelah insiden terjadi, suatu prestasi yang menunjukkan ketanggapan dan profesionalisme aparat dalam menangani kasus serius seperti ini.

Tragedi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya tanggung jawab pengendara jalan raya tetapi juga menjadi pengingat akan konsekuensi hukum bagi pelaku tabrak lari.

Selain itu, peristiwa ini membuka kembali diskusi mengenai pentingnya pemasangan lebih banyak kamera pengawas atau CCTV di wilayah rawan kecelakaan untuk mempercepat proses penegakan hukum dan mencegah terjadinya tindakan serupa di masa depan.

Di sisi lain, kehilangan nyawa Ibnu Malik menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan komunitasnya.

Tragedi ini juga menjadi refleksi bagi semua pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab selama berkendara demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Insiden tabrak lari ini menyoroti betapa pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan penegak hukum dalam menjaga keamanan lalu lintas.

Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian semacam ini dapat membantu mempercepat proses investigasi dan penangkapan pelaku sehingga memberikan efek jera bagi pelanggar hukum lainnya. (jud/dda)

Berita Sebelumnya
Lolos KIP Kuliah 2026 tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi, tetapi juga ketepatan pendaftar mengikuti setiap ketentuan

KIP Kuliah 2026: Ini Faktor Penting yang Menentukan Peluang Lolos Seleksi

Berita Selanjutnya
Kepala Daerah di Jateng Dilarang Tinggalkan Wilayah

Gubernur Jawa Tengah Tegaskan Larang Kepala Daerah Tinggalkan Wilayah Selama Libur Nataru