BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kebijakan rencana kenaikan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati.
Rencana kenaikan ini, yang mencapai 250 persen, mendapat reaksi keras dari Prabowo. Informasi ini disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, melalui akun Instagram resminya pada Sabtu (9/8). Sudaryono menegaskan bahwa Prabowo telah memerintahkan pembatalan kebijakan tersebut.
Sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengungkapkan bahwa isu kenaikan PBB yang signifikan ini telah mendapatkan perhatian langsung dari Prabowo.
Menurutnya, di masa sekarang ketika masyarakat membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah, langkah menaikkan pajak hingga 250 persen dianggap tidak tepat.
“Di tengah kondisi masyarakat sekarang ini yang memang butuh perhatian lebih. Jadi diminta kepada Bupati untuk bisa mendapatkan sumber-sumber pembiayaan pembangunan dari tempat lain,” ujarnya.
Prabowo sendiri memberikan instruksi tegas kepada Bupati Pati untuk mencari alternatif sumber pendanaan lain guna mendorong pembangunan daerah tanpa memberatkan masyarakat dengan kenaikan pajak yang drastis.
Sudaryono memastikan bahwa perintah tersebut telah dilaksanakan oleh Bupati Pati dengan membatalkan rencana kenaikan PBB-P2.
“Alhamdulillah Bupati langsung tegak lurus melaksanakan perintah dan petunjuk dan sudah diumumkan di-cancel,” jelas Sudaryono.
Pembatalan kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah mendengarkan suara rakyat dan berupaya menjaga kesejahteraan mereka.
Lebih lanjut, Sudaryono meyakinkan bahwa setiap keluhan dari masyarakat akan selalu menjadi prioritas bagi pemerintah maupun Presiden Prabowo secara langsung. Ia menekankan pentingnya responsivitas pejabat pemerintah dalam menangani permasalahan rakyat serta mendahulukan kepentingan mereka di atas segala hal lainnya.
“Alhamdulillah, semua sudah beres. Ini bukti tidak ada jarak antara rakyat dengan pemimpinnya,” tambahnya lagi.
Dalam konteks yang lebih luas, Sudaryono menyampaikan pesan kepada warga Pati untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi atau memanaskan situasi dengan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Oleh karena itu kami mengajak ke seluruh masyarakat untuk tidak ikut kemudian memanas-manasi dan dengan adanya 17 Agustus, Ulang Tahun negara kita yang ke-80 untuk menjaga kondusifitas,” ujarnya dengan harapan agar suasana tetap damai dan harmonis.
Langkah tegas Presiden Prabowo ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang berpihak pada rakyat serta tanggap terhadap aspirasi masyarakat.
Keputusan membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen ini diharapkan dapat memberikan rasa lega kepada warga Pati sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengelolaan kebijakan fiskal yang bijaksana.
Peristiwa ini juga menggambarkan pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam mengambil keputusan yang berdampak luas. Ketika suara rakyat didengar dan diperhatikan secara serius oleh pemimpin negara, maka terjalin hubungan saling percaya serta sinergi positif dalam pembangunan bangsa.
Sebagai penutup, dengan semangat kebangsaan menjelang HUT ke-80 RI, diharapkan semua elemen masyarakat dapat bersatu padu merayakan kemerdekaan dengan penuh rasa syukur sekaligus memperkuat persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (*stch)
















