BANYUMASEKSPRES.ID, Banyumas Raya menjadi saksi bisu dari tantangan kompetitif pekan pertama Liga 4 Jawa Tengah.
Tim-tim yang berlaga di wilayah ini menghadapi berbagai rintangan, mengingat betapa krusialnya awal kompetisi untuk menentukan performa di sisa musim.
Persibara Banjarnegara dan Persak Kebumen, dua tim yang bermain di kandang sendiri, harus berjuang keras menghadapi kenyataan bahwa hasil pertandingan mereka jauh dari harapan.
Persibara Banjarnegara menggelar pertandingan pertamanya dengan dukungan penuh dari suporter setia di Stadion Soemitro Kolopaking pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Meskipun tampil sebagai tuan rumah, Persibara harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Persikama Kabupaten Magelang.
Pertandingan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi Laskar Dipayudha tentang pentingnya konsistensi sejak awal laga.
Kejutan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Baru tiga menit pertandingan dimulai, kesalahan komunikasi di lini belakang membuat pemain bertahan Persibara, I Nyoman Adi Parwa, salah mengantisipasi bola hingga berbuah gol bunuh diri.
Persikama pun unggul tanpa perlu membangun serangan panjang yang rumit.
Situasi ini memaksa Persibara meningkatkan intensitas permainan mereka dengan menyerang melalui sayap dan umpan silang.
Meski terus menekan, pertahanan solid yang dipimpin oleh kapten tim Persikama, Kindi Rizal Fahrudin, berhasil meredam setiap peluang yang diciptakan oleh anak asuh Agus Riyanto.
Namun akhirnya, upaya keras mereka membuahkan hasil ketika Irvan Darma Saputra mencetak gol penyeimbang dari titik penalti pada menit ke-45 setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda.
Pada babak kedua, tensi pertandingan meningkat secara signifikan. Pertarungan sengit antara kedua tim menghasilkan lima kartu kuning, tiga untuk Persibara dan dua untuk Persikama.
Meski ada beberapa peluang dari situasi bola mati, penjaga gawang dari kedua tim menunjukkan performa impresif yang menjaga skor tetap imbang hingga peluit akhir berbunyi.
Agus Riyanto, pelatih Persibara Banjarnegara, menyoroti aspek mental sebagai pekerjaan rumah utama bagi timnya.
“Pertandingan pertama selalu berat karena beban mental. Banyak yang harus kami perbaiki, mulai dari passing yang sering salah, pressing yang terlambat, sampai kerja sama tim yang belum padu,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Sementara itu, Nathael Yoga Setiawan dari sisi pemain mengungkapkan bahwa tekanan bermain di hadapan suporter sendiri cukup mempengaruhi performa mereka.
“Ini baru awal. Kami harus lebih tenang dan kompak di pertandingan berikutnya,” katanya sambil menyiratkan tekad untuk bangkit di laga selanjutnya.
Di tempat lain, nasib kurang mujur juga menimpa Persak Kebumen dalam pertandingan pembuka Grup F mereka melawan Persik Kendal di Stadion Sarwo Edhi Wibowo Purworejo.
Laskar Joko Sangkrip harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.
Gol semata wayang yang dicetak Ahmad Rizal pada menit ke-67 setelah memanfaatkan umpan terobosan tepat di depan gawang menjadi penentu kemenangan bagi Persik Kendal.
Kekalahan ini memberikan awal yang kurang ideal bagi perjalanan Persak Kebumen musim ini.
Dengan tergabung di Grup F bersama tim kuat lainnya seperti Persibara Banjarnegara dan Persik Kendal serta Persikama Magelang, tantangan berat sudah menanti Laskar Joko Sangkrip untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak tertinggal lebih jauh dalam persaingan ketat ini. (jud/dda)
















