BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam sebuah momen yang menggugah dan penuh makna, sebanyak tiga narapidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Karanganyar, Nusakambangan, secara resmi mengikrarkan kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara penting ini berlangsung di Aula Chandra Nawasena pada Rabu, 10 Desember, menandai kembalinya para narapidana tersebut ke pangkuan ibu pertiwi.
Kepala Lapas Karanganyar, Riko Purnama Candra, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi serta harapan besar kepada para narapidana yang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI.
“Selamat bergabung kembali dengan negara Indonesia. Semoga ikrar ini menjadi langkah awal untuk menjadi warga yang baik, patuh hukum dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh harapan.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika belaka, tetapi sebuah ajakan tulus agar mereka turut berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Riko juga menekankan bahwa keberhasilan proses ini merupakan buah kerja keras bersama dari seluruh pihak terkait, termasuk jajaran lapas dan berbagai pemangku kepentingan.
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa pihaknya akan terus berupaya agar narapidana terorisme lainnya dapat mengikuti jejak serupa dalam perjalanan kembali ke pangkuan NKRI.
“Kami terus berikhtiar agar narapidana terorisme lainnya dapat kembali ke pangkuan NKRI,” tegasnya.
Lebih jauh, Riko menyoroti bahwa pengucapan ikrar kesetiaan ini bukan sekadar upacara seremonial belaka tetapi bagian dari program deradikalisasi yang berkelanjutan.
Upaya ini dirancang agar para narapidana tidak kembali terlibat dalam jaringan terorisme setelah menyelesaikan masa pidananya.
Ia memaparkan bahwa program deradikalisasi adalah bukti nyata sinergi antara berbagai instansi terkait mulai dari Densus 88 AT, BNPT, Kementerian Agama, Polri, TNI hingga Balai Pemasyarakatan.
Dengan adanya kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi narapidana untuk berubah dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
Salah satu momen paling mengharukan selama acara itu adalah ketika salah satu napiter mencium bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan mereka yang baru pada negara.
Ini bukan hanya sekadar gestur simbolis tetapi juga penanda komitmen tulus untuk meninggalkan masa lalu kelam dan memulai lembaran baru sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Tindakan ini juga menunjukkan kekuatan simbolis dari bendera nasional sebagai lambang persatuan dan kesetiaan kepada tanah air.
Ikrar kesetiaan yang diucapkan di Aula Chandra Nawasena ini merupakan pencapaian penting dalam upaya deradikalisasi di Indonesia.
Program deradikalisasi sendiri didesain untuk mengubah pandangan ideologis ekstrem para napiter sehingga mereka dapat melihat dunia dari perspektif yang lebih moderat dan inklusif. (jul/dda)
















