BANYUMASEKSPRES.ID, Industri minyak dan gas atau migas masih menjadi salah satu sektor yang menarik bagi calon mahasiswa karena membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang keahlian.
Peluang kariernya pun tidak hanya terbatas pada perusahaan minyak, tetapi juga mencakup sektor energi, konstruksi, manufaktur, hingga lembaga pemerintahan.
Bagi siswa yang berencana melanjutkan kuliah dan memiliki ketertarikan pada industri energi, memilih jurusan yang sesuai dapat menjadi langkah awal untuk membangun karier.
Industri migas membutuhkan tenaga ahli untuk menangani proses eksplorasi, produksi, pengolahan, distribusi, keselamatan kerja, hingga pengelolaan lingkungan.
Selain kemampuan akademik, peluang kerja di sektor ini juga dipengaruhi pengalaman, sertifikasi, posisi, lokasi kerja, dan kebijakan masing-masing perusahaan.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat potensi penghasilan, tetapi juga memahami kompetensi yang diperlukan. Lantas, jurusan kuliah apa saja yang dibutuhkan di industri migas? Berikut beberapa pilihannya.
1. Teknik Perminyakan

Teknik Perminyakan menjadi salah satu jurusan yang paling erat kaitannya dengan industri migas. Mahasiswa mempelajari proses pencarian, pengeboran, hingga produksi minyak dan gas.
Lulusannya dapat berkarier di bidang drilling engineering, reservoir engineering, produksi, maupun eksplorasi. Teknik Perminyakan pada perkuliahan tentunya berkaitan erat dengan industri minyak dan gas.
2. Teknik Geologi

Teknik Geologi memiliki peran penting dalam tahap awal eksplorasi. Lulusan jurusan ini dapat membantu mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas melalui analisis kondisi serta struktur geologi bawah permukaan.
Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menentukan wilayah yang berpotensi memiliki sumber daya migas. Selain itu, simak daftar jurusan yang banyak dihindari oleh mahasiswa menurut survei tahun 2026.
3. Teknik Geofisika

Teknik Geofisika juga berkaitan erat dengan kegiatan eksplorasi. Lulusan dapat terlibat dalam survei seismik, interpretasi data, serta pemetaan struktur bawah permukaan.
Keahlian tersebut membantu perusahaan memperoleh gambaran mengenai kondisi geologi sebelum melakukan kegiatan pengeboran.
4. Teknik Kimia

Dalam industri migas, Teknik Kimia banyak dibutuhkan pada sektor pengolahan. Lulusan dapat bekerja dalam proses refinery, pengolahan minyak dan gas, hingga industri petrokimia.
Pengetahuan mengenai proses kimia dan pengendalian produksi menjadi kompetensi penting untuk menjaga efisiensi proses pengolahan.
5. Teknik Mesin

Peralatan produksi menjadi bagian vital dalam operasional migas. Karena itu, lulusan Teknik Mesin dibutuhkan untuk menangani mesin, pompa, kompresor, serta berbagai fasilitas mekanis lainnya.
Kariernya dapat berkaitan dengan pemeliharaan, inspeksi, hingga pengembangan sistem peralatan. Dengan adanya keterampilan di Teknik Mesin itulah yang dapat mengantarkan mahasiswa ke dunia migas.
6. Teknik Elektro

Fasilitas migas membutuhkan sistem kelistrikan yang aman dan andal. Lulusan Teknik Elektro dapat bekerja pada pengelolaan sistem listrik, instrumentasi, kontrol, dan otomatisasi fasilitas produksi.
Keahlian ini dibutuhkan baik dalam fasilitas onshore maupun offshore. Sistem kelistrikan penting dalam kebutuhan di industri migas setiap saat.
7. Teknik Lingkungan

Aktivitas industri migas harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Lulusan Teknik Lingkungan berperan dalam pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran, perizinan lingkungan, hingga penerapan prinsip ESG.
Kompetensi tersebut semakin penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang lebih berkelanjutan.
Pilih Jurusan Sesuai Minat dan Kompetensi
Banyaknya pilihan jurusan menunjukkan bahwa peluang berkarier di industri migas tidak hanya dimiliki lulusan Teknik Perminyakan.
Berbagai disiplin ilmu mulai dari geologi, kimia, mesin, elektro, lingkungan, hingga K3 memiliki peran masing-masing.
Calon mahasiswa sebaiknya memilih jurusan berdasarkan minat, kemampuan akademik, serta jenis pekerjaan yang ingin ditekuni.
Selain pendidikan formal, pengalaman magang, sertifikasi profesi, kemampuan bahasa Inggris, dan penguasaan teknologi juga dapat menjadi bekal penting untuk memasuki industri migas.
Dengan memahami kebutuhan industri sejak awal, mahasiswa dapat mempersiapkan kompetensi yang lebih relevan dan meningkatkan peluang untuk bersaing di sektor energi setelah lulus. (*/nds)














