BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan optimisme tinggi dalam mencapai target pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar 90 persen.
Hingga Jumat, 19 Desember 2025, progres pelunasan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Data terbaru mengungkapkan bahwa dari total 1.423 calon haji di Banyumas yang berhak melunasi Bipih, sebanyak 1.002 jemaah telah menyelesaikan kewajiban pelunasan. Jumlah ini setara dengan 70,41 persen dari keseluruhan kuota jemaah yang berhak untuk melunasi.
Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Affifudin Idrus, menyatakan bahwa proses pelunasan Bipih calon haji di daerahnya berjalan cukup baik dan terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.
“Progresnya positif. Dari hari ke hari naik, dan sampai sore ini (Jumat) sudah tembus 70 persen,” ungkap Affifudin kepada awak media.
Namun demikian, masih ada ratusan jemaah yang belum menyelesaikan pelunasannya. Hingga saat ini, tercatat 837 jemaah yang masih belum melunasi biaya haji mereka. Affifudin menjelaskan bahwa proses pelunasan akan terus berlanjut hingga Senin, 22 Desember mendatang.
“Yang belum melunasi 837 jemaah. Lanjut Senin (22/12),” ujarnya.
Sistem pelunasan Bipih di Banyumas dilakukan secara terjadwal berdasarkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Jadwal tersebut dimulai dengan jemaah mandiri dan majelis taklim, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke KBIHU lainnya.
“Jadwalnya berdasarkan KBIHU, dari yang paling awal jemaah mandiri dan majelis taklim. Saat ini sampai untuk KBIHU Al-Arofat,” jelas Affifudin lebih lanjut.
Dalam upaya memastikan kelancaran proses tersebut, beberapa kelompok bimbingan seperti KBIHU Al-Wardah dan Muhammadiyah telah lebih dahulu menyelesaikan pelunasannya.
Dengan metode penjadwalan ini, diharapkan proses pembayaran dapat berjalan tertib dan lancar tanpa ada penumpukan pada akhir waktu.
Meskipun angka pelunasan saat ini baru mencapai sekitar 70 persen, Affifudin tetap optimistis bahwa persentase tersebut akan meningkat hingga di atas 90 persen pada batas akhir waktu yang ditetapkan yaitu Selasa, 23 Desember.
“Kami optimistis bisa di atas 90 persen. Kalau 100 persen biasanya tidak tercapai karena ada sebagian jemaah yang masih menunggu istithoah,” tambahnya.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa selalu ada jemaah yang baru bisa melunasi pada tahap berikutnya. Oleh karena itu, biasanya pemerintah menyediakan kesempatan untuk membuka tahap pelunasan kedua bagi calon haji yang memenuhi syarat di kemudian hari.
“Yang sudah-sudah juga ada dibuka pelunasan tahap II,” pungkas Affifudin.
Seiring dengan upaya untuk mempermudah proses pelunasan bagi para calon haji, Bank Penerima Setoran (BPS) haji juga turut aktif melakukan jemput bola ke sejumlah KBIHU terkait proses pembayaran Bipih di Banyumas.
Dengan berbagai upaya dan strategi yang dilakukan oleh pihak terkait dalam memfasilitasi proses pelunasan ini, diharapkan seluruh calon haji dapat menyelesaikan kewajibannya tepat waktu sehingga dapat berangkat menunaikan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk. (yda/stch/fam)
















