Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Proyek Jalan Pujowiyoto Lambat, DPUPR Purbalingga Layangkan Teguran ke Rekanan

DPUPR Tegur Rekanan Jalan PujowiyotoDPUPR Tegur Rekanan Jalan Pujowiyoto
HOTMIX: Progres pemeliharaan Jalan Pujowiyoto masih jauh dari target

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga menyoroti lambatnya progres pekerjaan pemeliharaan di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Pujowiyoto.

Teguran resmi telah dilayangkan kepada pihak rekanan yang bertanggung jawab atas pengerjaan tersebut, sebagai langkah tegas untuk memastikan bahwa proyek ini segera diselesaikan sesuai jadwal.

Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wakhyono, menegaskan bahwa surat peringatan telah dikirimkan sejak pekan lalu kepada rekanan pelaksana.

“Hari Senin lalu kita sudah mengeluarkan surat peringatan. Kami mengamati bahwa pergerakan pekerjaannya terlalu lambat, pengerjaan Jalan Pujowiyoto memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya,” ungkap Drajat pada Senin (15/12/2025).

Surat peringatan tersebut berisi himbauan agar rekanan segera mempercepat laju pekerjaan, sebab pemeliharaan jalan yang berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Drajat menyebutkan bahwa peneguran ini terbukti efektif. Di hari yang sama dengan dilayangkannya surat, rekanan langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan pekerjaan di Jalan Pujowiyoto.

“Idealnya, proses pemeliharaan ini hanya memerlukan waktu paling lama satu hari,” jelas Drajat.

Dengan demikian, diharapkan pada Selasa (16/12/2025), jalan tersebut sudah bisa digunakan kembali oleh masyarakat.

Pantauan tim Banyumas Ekspres di lapangan menunjukkan bahwa pihak rekanan sudah mulai mengaplikasikan lapisan hotmix sebagai bagian dari penyelesaian proyek di Jalan Pujowiyoto.

Namun demikian, Drajat juga mengungkapkan ada sejumlah ruas jalan lainnya yang masih dalam daftar pemeliharaan namun belum tersentuh pengerjaan.

Di antaranya adalah ruas Kalikajar–Sidanegara, Bancar–Pagembrungan, serta Bobotsari–Karanganyar.

Sementara itu, beberapa ruas jalan lain sudah mulai dikerjakan hari ini seperti Pengadegan–Pesunggingan dan bagian depan serta belakang Kalikajar–Sidanegara.

“Jika semua berjalan lancar, besok Kalimanah Wetan–Kedungwuluh dan Serayu Larangan–Binangun akan mulai dikerjakan,” tambah Drajat.

Ia berharap seluruh proyek pemeliharaan jalan yang termasuk dalam program Alus Dalane dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat menikmati kondisi jalan yang lebih baik dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam konteks infrastruktur daerah, perhatian terhadap kecepatan dan ketepatan penyelesaian proyek memang sangat penting.

Tidak hanya untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat tetapi juga untuk menjaga kualitas pembangunan jangka panjang.

Terlebih lagi, infrastruktur jalan adalah salah satu aspek vital yang menunjang perekonomian lokal dengan memfasilitasi mobilitas barang dan orang.

Keterlambatan dalam penyelesaian proyek seperti ini bisa berdampak signifikan pada banyak hal.

Selain dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat terganggunya jalur transportasi utama, hal ini juga dapat menambah beban psikologis bagi warga yang terdampak langsung oleh kondisi jalan yang tidak optimal.

Oleh karena itu, tindakan cepat dari DPUPR dalam memberikan teguran adalah hal yang patut diapresiasi.

Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu-isu infrastruktur dengan sigap demi kepentingan publik yang lebih luas.

Ke depannya, konsistensi dalam pengawasan dan evaluasi proyek perlu terus dilakukan oleh DPUPR bersama pihak terkait lainnya untuk memastikan setiap pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai rencana tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kenyamanan dan kesejahteraan warga Kabupaten Purbalingga secara keseluruhan. (tya/dda)

Berita Sebelumnya
Fortune tiles

Game Puzzle Fortune Tiles Diklaim Bisa Beri Saldo DANA

Berita Selanjutnya
Mesin Pirolisis TPST Sumpiuh Distop

DLH Banyumas Hentikan Mesin Pirolisis, Sampah Residu TPST Sumpiuh Kini Dikirim ke TPA BLE