Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PSG Juara Piala Super Prancis 2025, Kalahkan Marseille Lewat Adu Penalti

PSG Juara Piala Super PrancisPSG Juara Piala Super Prancis
JUARA: Pemain PSG mengangkat trofi Piala Super Prancis usai mengalahkan Marseille lewat adu penalti, Jumat (9/1/2026) dini hari

BANYUMASEKSPRES.ID, Paris Saint-Germain (PSG) kembali memperkuat dominasi mereka dalam kancah sepak bola Prancis dengan kemenangan terbaru mereka di Piala Super Prancis 2025.

Pertandingan ini tidak hanya menjadi bukti kekuatan PSG, namun juga menegaskan status mereka sebagai raksasa sepak bola Prancis.

Dalam laga penuh ketegangan melawan rival klasik, Olympique Marseille, PSG berhasil keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti yang berlangsung di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Ardiya, Kuwait pada Kamis malam waktu setempat.

Pertandingan yang dihelat tersebut berlangsung dengan sangat ketat sejak peluit awal dibunyikan.

Kedua tim tampil ngotot untuk mendominasi lapangan hijau, namun harus puas berbagi angka 2-2 hingga waktu normal usai.

Pada babak adu penalti yang menegangkan, PSG menunjukkan kelasnya dengan kemenangan meyakinkan 4-1.

Gelar ini semakin memperpanjang daftar trofi Piala Super Prancis yang telah diraih PSG sebelumnya, yakni pada tahun 1995, 1998, kemudian berturut-turut dari 2013 hingga 2020, serta tahun-tahun berikutnya pada 2022, 2023, dan 2024.

Dominasi ini jelas menggambarkan betapa kuatnya skuad Les Parisiens dalam kompetisi domestik.

Dari awal pertandingan, Marseille tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi PSG.

Mereka bermain dengan semangat tinggi dan sempat mengancam gawang lawan melalui sundulan keras Leonardo Balerdi.

Namun sayangnya peluang tersebut masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang PSG, Lucas Chevalier.

Di bawah tekanan serangan Marseille, PSG justru lebih dulu membuka keunggulan ketika Ousmane Dembele berhasil menjebol gawang Marseille pada menit ke-13 setelah memanfaatkan kesalahan kiper lawan, Geronimo Rulli.

Meski tertinggal lebih dulu, Marseille tidak tinggal diam dan terus berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil di babak kedua pada menit ke-76 ketika Mason Greenwood sukses mengeksekusi tendangan penalti yang membuat skor menjadi imbang 1-1.

Tensi pertandingan semakin meningkat ketika Marseille berhasil membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1 setelah Willian Pacho dari PSG melakukan gol bunuh diri memasukkan bola ke gawang sendiri pada menit ke-87.

Keunggulan ini membuat Marseille semakin percaya diri bahwa mereka akan membawa pulang trofi kemenangan.

Namun, mental juara PSG tidak dapat diremehkan begitu saja. Dalam masa tambahan waktu babak kedua yang sangat krusial tepatnya pada menit ke-90+5, Goncalo Ramos menjadi pahlawan bagi timnya dengan mencetak gol penyeimbang setelah menerima umpan matang dari Bradley Barcola.

Gol tersebut menyelamatkan PSG dari kekalahan dan membuat skor kembali imbang menjadi 2-2 hingga peluit akhir dibunyikan.

Pada momen penentuan di adu penalti, para pemain PSG tampil tenang dan penuh konsentrasi.

Empat eksekutor mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna sementara hanya satu pemain Marseille yang mampu menuntaskan tendangannya. Skor akhir adu penalti 4-1 memastikan gelar juara bagi PSG.

Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique mengakui betapa sulitnya pertandingan kali ini melawan Marseille yang tampil gigih hingga menit akhir.

“Kami bertarung hingga menit terakhir dan saya pikir pada akhirnya adu penalti sedikit membawa keberuntungan bagi kami,” ujarnya kepada awak media usai pertandingan.

“Kami sangat senang tim sangat senang dan ini penting bagi para pendukung kami,” tambah Enrique seraya mengakui tantangan berat yang diberikan oleh lawan mereka.

Enrique juga memberikan pujian khusus kepada para pemainnya atas mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan selama pertandingan terutama saat sempat tertinggal dalam skor.

Ia secara khusus mengapresiasi kontribusi Goncalo Ramos yang menjadi penentu hasil akhir laga tersebut.

“Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain saya terutama Gonçalo Ramos karena dia seorang pejuang Dia selalu siap bermain satu menit dua menit dia siap Dia seorang pejuang dan kami sangat senang memiliki Gonçalo bersama kami,” jelas Enrique.

Dengan kemenangan ini Paris Saint-Germain bukan hanya meraih trofi prestisius namun juga semakin mempertegas posisi mereka sebagai klub paling dominan dalam sejarah sepak bola Prancis. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Laka Lantas Turun 13,91 Persen

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Banyumas Turun 13,9 Persen Sepanjang 2025

Berita Selanjutnya
Gedung Kemdikbudristek,

Mahasiswa Wajib Tahu! Syarat dan Cara Daftar Magang Kemdikbudristek 2026