Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Punya Dua Rumah di Jakarta, Bernadya Justru Betah Tinggal di Kos

Bernadya Pilih Ngekos Meski Punya Dua RumahBernadya Pilih Ngekos Meski Punya Dua Rumah
Bernadya

BANYUMASEKSPRES.ID, Bernadya kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki dua rumah di usia 22 tahun.

Meski sudah mengoleksi aset properti di Jakarta, penyanyi muda yang tengah naik daun tersebut justru mengaku masih memilih tinggal di rumah kos.

Keputusan itu membuat banyak penggemar penasaran, sebab kebanyakan orang akan memilih langsung menempati rumah pribadi setelah berhasil membelinya.

Pengakuan tersebut disampaikan Bernadya saat berbincang dalam kanal YouTube milik Raditya Dika.

Dalam perbincangan tersebut, pelantun lagu Untungnya, Hidup Harus Terus Berjalan mengaku sering mendapat pertanyaan dari banyak orang mengenai alasan dirinya yang tetap menjalani kehidupan sebagai anak kos meskipun sudah memiliki rumah sendiri.

Menurut Bernadya, rumah pertama yang telah dibelinya sebenarnya berada di Jakarta.

Namun, setelah dimiliki, ia merasa rumah tersebut belum memberikan rasa nyaman untuk ditempati.

Karena alasan itulah, hingga kini ia belum memutuskan untuk pindah dari tempat kos yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

“Semua orang tuh nanya kenapa aku ngekos, kenapa nggak pindah rumah. Aku sebenarnya sudah beli rumah di Jakarta, tapi aku nggak tinggalin, karena aku nggak sreg,” ungkap Bernadya.

Penyanyi berusia 22 tahun itu kemudian mengungkapkan fakta lain yang membuat banyak orang semakin terkejut.

Ternyata, selain rumah pertama, kini dirinya juga telah membeli rumah kedua.

Meski demikian, rumah tersebut juga belum bisa ditempati karena masih berada dalam tahap renovasi. Bahkan, proses renovasi tersebut hingga kini belum benar-benar dimulai.

Bernadya menjelaskan bahwa rumah pertama tetap dipertahankan sebagai bentuk investasi properti jangka panjang.

Baginya, memiliki aset berupa rumah merupakan salah satu cara mengelola hasil kerja kerasnya selama berkarier di industri musik Indonesia.

Sementara rumah kedua dipersiapkan sebagai tempat tinggal di masa mendatang apabila seluruh proses renovasi telah selesai dilakukan.

“Ada. Yang satu nggak sreg dengan rumahnya. Tapi nggak apa-apa, investasi. Yang satunya masih direnovasi, tapi nggak dimulai-mulai,” tuturnya.

Keputusan Bernadya untuk tetap tinggal di kos bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah merasa nyaman dengan gaya hidup sederhana yang selama ini dijalani.

Menurutnya, tinggal di rumah pribadi justru membutuhkan perhatian lebih besar, mulai dari urusan kebersihan, keamanan, hingga biaya perawatan bangunan yang tidak sedikit.

Baginya, tinggal di rumah kos jauh lebih praktis karena hampir seluruh kebutuhan dasar telah tersedia.

Selain itu, ia tidak perlu memikirkan berbagai pekerjaan tambahan yang biasanya harus dilakukan ketika tinggal di rumah sendiri.

Faktor kenyamanan inilah yang membuat Bernadya belum memiliki keinginan untuk segera meninggalkan kehidupan sebagai anak kos.

“Aku nyaman di kos. Rumah tuh repot, maintenance-nya,” katanya.

Pernyataan Bernadya tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengapresiasi cara berpikirnya dalam mengelola keuangan.

Di usia yang masih sangat muda, ia dinilai sudah memiliki kesadaran untuk membangun investasi melalui kepemilikan aset properti, sekaligus tidak memaksakan diri tinggal di rumah hanya karena status kepemilikannya.

Keberhasilan Bernadya membeli dua rumah juga menjadi bukti perjalanan kariernya yang berkembang pesat.

Sejak lagu Untungnya, Hidup Harus Terus Berjalan menjadi salah satu lagu populer di Indonesia, namanya semakin dikenal luas.

Berbagai penampilan di panggung musik, proyek kolaborasi, hingga aktivitas di industri hiburan turut menjadi bagian dari kesuksesan yang kini diraihnya.

Meski telah memiliki pencapaian finansial yang terbilang luar biasa di usia 22 tahun, Bernadya memilih tetap menjalani kehidupan secara sederhana.

Ia tidak merasa harus segera tinggal di rumah mewah hanya karena telah mampu membelinya.

Sebaliknya, ia lebih mengutamakan kenyamanan dan efisiensi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepemilikan rumah tidak selalu identik dengan keharusan untuk langsung menghuninya.

Bagi Bernadya, rumah merupakan aset investasi yang nilainya dapat terus berkembang seiring waktu.

Selama belum menemukan tempat yang benar-benar nyaman untuk ditinggali, ia memilih tetap tinggal di kos sambil menunggu rumah keduanya selesai direnovasi dan siap digunakan sebagai hunian di masa depan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Makin Ramai di Pekan Terakhir

Toko Perlengkapan Sekolah di Banyumas Ramai Diserbu Pembeli, Omzet Naik hingga Lima Kali Lipat

Berita Selanjutnya
Komisi IV DPR RI Puji Kualitas Udang BUBK

Titiek Soeharto Apresiasi Tambak Udang Modern Kebumen, Produktivitas Capai 40 Ton per Hektare