BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam upaya mencegah aksi balap liar yang kerap mengganggu ketentraman masyarakat, aparat kepolisian melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Cilacap Utara pada Minggu dini hari, 19 April.
Operasi ini berlangsung dari pukul 01.00 WIB hingga 05.00 WIB dan berhasil mengamankan sebanyak 13 unit kendaraan bermotor yang diduga digunakan untuk kegiatan ilegal tersebut.
Operasi penertiban ini dipusatkan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara.
Kombes Pol Budhi Adhy Buono, selaku Kapolresta Cilacap, melalui Kapolsek Cilacap Utara, AKP Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Balap liar sering kali menjadi sumber keresahan bagi warga, sehingga kami perlu mengambil tindakan tegas,” ucapnya saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin, 20 April.
Sebanyak 45 personel dikerahkan dalam operasi ini. Di tengah penegakan hukum yang dilakukan, petugas juga menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada para pengendara.
Hal ini bertujuan agar tindakan yang diambil tidak hanya sekadar menindak tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif dari balap liar.
“Kami berusaha menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menimbulkan masalah baru,” tambah AKP Setyo Nugroho.
Seluruh kendaraan yang terjaring dalam operasi tersebut kemudian dibawa ke Mapolresta Cilacap.
Para pengendara yang terlibat diminta untuk menuntun kendaraannya dari lokasi penertiban menuju halaman kantor polisi.
Tindakan ini bukan hanya sebagai bentuk penegakan hukum tetapi juga sebagai kesempatan bagi para pengendara untuk merenungkan tindakan mereka dan menghindari perilaku serupa di masa mendatang.
Polisi memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di area yang rawan balap liar.
“Ke depan kami akan lebih masif lagi dalam melaksanakan kegiatan ini dengan menyasar titik-titik tertentu yang sudah dipetakan berdasarkan laporan dari masyarakat,” tegasnya.
Balap liar memang sering menjadi perhatian serius bagi banyak daerah karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan publik.
Banyak warga yang merasa resah dengan suara bising kendaraan dan aksi berbahaya yang dilakukan oleh para pelaku balap liar.
Melalui operasi seperti KRYD ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tersebut.
Dengan adanya kolaborasi antara Kepolisian dan masyarakat dalam penanganan masalah ini, diharapkan kejadian balap liar dapat ditekan secara signifikan.
Masyarakat juga diajak untuk aktif melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan atau berpotensi membahayakan lainnya di lingkungan sekitar mereka.
Pentingnya keterlibatan publik dalam menjaga keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam program-program kepolisian saat ini.
Dengan adanya informasi dari masyarakat mengenai lokasi-lokasi yang sering digunakan untuk balap liar, pihak kepolisian dapat lebih cepat bertindak dan mengambil langkah-langkah preventif. (jul/stch/dda)
















