Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Realisasi CKG Masih Rendah, Puskesmas Pengadegan Purbalingga Terapkan Strategi Jemput Bola

Realisasi CKG di Pengadegan Masih 17,9 PersenRealisasi CKG di Pengadegan Masih 17,9 Persen
JEMPUT BOLA: Petugas melakukan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di salah satu TPA di Kecamatan Pengadegan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di wilayah Purbalingga, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan oleh Puskesmas Pengadegan mengalami tantangan dalam pencapaian target.

Hingga awal Mei 2026, hanya 4.296 peserta yang berhasil terdaftar, jauh dari target ambisius sebesar 24.000 orang.

Angka ini mencerminkan pencapaian yang masih rendah, yakni sekitar 17,9 persen dari total sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam upaya untuk mengejar ketertinggalan ini, pihak puskesmas menerapkan strategi inovatif yang dikenal sebagai “jemput bola”, suatu metode di mana petugas kesehatan mendatangi masyarakat secara langsung.

Pendekatan jemput bola ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa metode pasif dengan menunggu kehadiran peserta di puskesmas tidak efektif dalam memenuhi target yang telah ditetapkan.

Esti Pujiati, selaku penanggung jawab program CKG di Puskesmas Pengadegan, menjelaskan pentingnya pendekatan aktif ini.

“Layanan CKG sebenarnya selalu tersedia di puskesmas. Namun, pendekatan aktif diperlukan agar seluruh kelompok sasaran bisa terjangkau,” ungkap Esti pada Minggu (3/5/2026).

Dalam pelaksanaan jemput bola ini, petugas kesehatan tidak hanya berfokus pada pusat keramaian seperti posyandu dan tempat kerja warga, tetapi juga melibatkan diri dalam kegiatan pertemuan RT hingga malam hari.

“Kita juga terlibat dalam kesempatan pertemuan RT, bahkan di malam hari. Hal ini semata-mata untuk memenuhi target capaian CKG,” tambahnya.

Layanan CKG difokuskan pada deteksi dini melalui serangkaian pemeriksaan sederhana yang mencakup status gizi, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Pemeriksaan ini dirancang untuk menyasar seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa banyak warga yang tidak menyadari kondisi kesehatan mereka sendiri, dengan sebagian besar dari mereka belum pernah melakukan pemeriksaan medis sebelumnya.

“Temuan kebanyakan tidak mengetahui dirinya sakit. Tidak pernah periksa. Kita motivasi mereka untuk melakukan pemeriksaan,” jelas Esti lebih lanjut.

Pentingnya deteksi dini dalam menjaga kesehatan masyarakat semakin ditekankan oleh Esti ketika ia menambahkan bahwa peserta yang terdeteksi berisiko akan dikonfirmasi riwayat pengobatannya.

Jika ternyata peserta belum mendapatkan penanganan medis sebelumnya, mereka akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan agar masalah kesehatan dapat ditangani secara tepat dan cepat.

Sebagai tindak lanjut dari program ini, peserta dengan indikasi masalah kesehatan langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di puskesmas setempat.

Upaya jemput bola ini bertujuan memastikan bahwa setiap individu mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang diperlukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin.

Dengan mengedukasi masyarakat mengenai risiko kesehatan dan mendorong mereka untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatannya, Puskesmas Pengadegan berharap dapat meningkatkan angka partisipasi dalam program CKG secara signifikan.

Kegiatan layanan jemput bola tidak hanya memberikan dampak positif bagi individu yang diperiksa tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan deteksi dini penyakit, diharapkan dapat mengurangi angka kejadian penyakit serius yang mungkin terjadi akibat ketidakpahaman masyarakat mengenai kondisi kesehatan mereka. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Aksi Balap Liar Digagalkan

Polresta Cilacap Amankan 36 Kendaraan dari Aksi Balap Liar

Berita Selanjutnya
Anaknya Disebut Hasil Perselingkuhan

Tamara Bleszynski Buka Suara Usai Dituduh Selingkuh oleh Nurah Pasya