Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Relokasi Korban Longsor Cibeunying, Pemkab Cilacap Siapkan Lahan 3,9 Hektare untuk Huntara

Relokasi Korban Longsor Cibeunying DipercepatRelokasi Korban Longsor Cibeunying Dipercepat
APEL PENUTUPAN : Keluarga terdampak longsor Cibeunying saat hadiri apel penutupan operasi SAR pencarian korban

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Upaya relokasi korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, kini memasuki tahap yang semakin krusial.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mempercepat proses ini dengan memulai penyiapan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara).

Saat ini, tahap pembersihan lahan atau land clearing tengah berlangsung, menandai langkah awal yang penting dalam upaya pemulihan pasca bencana.

Camat Majenang, Aji Pramono menjelaskan bahwa Pemkab Cilacap telah menyediakan lahan seluas 3,9 hektare di Desa Jenang.

Lahan ini nantinya akan digunakan untuk membangun huntara bagi warga yang kehilangan rumah akibat longsor.

“Saat ini sedang dilakukan land clearing. Kami prioritaskan pembangunan 16 huntara terlebih dahulu bagi warga yang benar-benar tidak memiliki rumah,” ungkapnya pada Selasa (25/11).

Lebih lanjut, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi dijadwalkan melakukan kajian mendalam di area terdampak longsor di Dusun Cibuyut dan Tarukahan.

Hasil kajian ini akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan relokasi serta jumlah huntara yang diperlukan.

“Melalui kajian PVMBG, kami memiliki data akurat untuk menentukan kebutuhan huntara,” tambah Aji.

Dalam hal pembangunan fisik huntara dan huntap, Aji menyebut bahwa kewenangan berada pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia berharap agar proses pembangunan dapat dilakukan secepatnya demi memberikan tempat tinggal yang layak bagi para penyintas bencana.

“Harapannya huntara bisa segera terbangun. Syukur dalam dua bulan selesai, tetapi tetap menyesuaikan kemampuan BNPB,” tandasnya.

Sembari menunggu realisasi pembangunan hunian sementara tersebut, Pemerintah Kecamatan Majenang telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan 25 tenda pengungsian di Lapangan Wijaya Kusuma Majenang.

Fasilitas darurat ini disiapkan untuk menampung para penyintas yang saat ini membutuhkan tempat berlindung sementara.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Cibuyut dan Tarukahan pada Kamis malam (13/11) lalu telah meninggalkan dampak signifikan.

Sedikitnya 16 rumah rusak akibat amukan alam ini, menyebabkan 46 orang menjadi korban terdampak.

Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat sementara 21 lainnya dinyatakan meninggal dunia dan dua orang masih hilang.

Tragedi tersebut tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban namun juga menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana yang lebih baik di masa mendatang.

Pemkab Cilacap bersama instansi terkait terus berupaya memastikan agar proses relokasi berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan para korban secara optimal.

Di sisi lain, apel penutupan operasi pencarian korban oleh Basarnas Cilacap menjadi momen emosional bagi keluarga terdampak longsor di Cibeunying.

Kehadiran mereka saat apel mencerminkan harapan besar agar langkah-langkah pemulihan dapat segera terwujud agar mereka bisa bangkit kembali setelah musibah ini.

Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, instansi penanggulangan bencana dan masyarakat setempat diharapkan proses pemulihan serta penataan kembali kehidupan warga terdampak dapat terlaksana dengan baik sekaligus meminimalisir risiko bencana serupa di masa depan.

Pemkab Cilacap terus menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman alam.

Perkembangan terbaru terkait persiapan relokasi korban longsor di Kecamatan Majenang ini menunjukkan tekad kuat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan optimal bagi warga terdampak.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak serta kerjasama erat antara semua elemen terkait diharapkan proses ini dapat berjalan sesuai rencana sehingga para korban bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang aman serta layak huni pascabencana.(jul/dda)

Berita Sebelumnya
Hari Guru Berubah Duka

Tragedi Hari Guru di Purwokerto: Lantai Bangunan Sekolah Alam Baturraden Runtuh, 20 Guru Luka-Luka

Berita Selanjutnya
Beasiswa dan Tunjangan Guru Honorer Jadi Sorotan

Beasiswa dan Tunjangan Guru Honorer Jadi Sorotan pada Peringatan Hari Guru di Kebumen