BANYUMASEKSPRES.ID, Tahun 2025 segera berakhir, sementara kepastian kenaikan gaji PNS 2026 masih belum diumumkan pemerintah. Hingga kini, kebijakan resmi terkait penyesuaian gaji ASN belum disampaikan.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum memastikan adanya kenaikan gaji bagi Aparatur Sipil Negara, baik Pegawai Negeri Sipil maupun PPPK, untuk tahun anggaran 2026.
Dengan belum adanya kebijakan baru, gaji PNS 2026 dipastikan masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan tersebut menjadi dasar penyesuaian gaji terakhir yang berlaku hingga saat ini. Pada tahun 2024, pemerintah secara resmi menaikkan gaji pokok PNS sebesar 8 persen.
Kenaikan tersebut menjadi penyesuaian terakhir yang ditetapkan pemerintah. Hingga memasuki akhir 2025, belum ada regulasi lanjutan yang mengatur perubahan gaji ASN.
Artinya, struktur gaji PNS 2026 masih mengikuti skema yang sama, baik dari sisi golongan maupun rentang gaji pokok yang berlaku saat ini.
Selain gaji pokok, ASN juga menerima tunjangan kinerja atau tukin yang dibayarkan setiap bulan sesuai ketentuan masing-masing instansi.
Besaran tunjangan kinerja tidak bersifat seragam. Penilaiannya didasarkan pada capaian indeks reformasi birokrasi di setiap kementerian dan lembaga.
Pada beberapa instansi, besaran tukin bahkan ditentukan lebih rinci hingga tingkat direktorat atau struktur organisasi tertentu.
Kondisi ini membuat total pendapatan PNS dapat berbeda meskipun berada pada golongan dan masa kerja yang sama.
Namun demikian, gaji pokok tetap menjadi komponen utama penghasilan ASN yang ditetapkan secara nasional oleh pemerintah pusat.
Berikut rincian gaji PNS 2026 berdasarkan golongan, yang masih merujuk pada Perpres Nomor 10 Tahun 2024.
Gaji PNS Golongan I
PNS golongan I umumnya diisi oleh pegawai dengan latar pendidikan dasar hingga menengah.
Golongan I a menerima gaji pokok mulai Rp 1.685.700 hingga Rp 2.522.600, tergantung masa kerja golongan.
Golongan I b memiliki rentang gaji Rp 1.840.800 sampai Rp 2.670.700 sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk golongan I c, gaji pokok berada di kisaran Rp 1.918.700 hingga Rp 2.783.700.
Sementara itu, PNS golongan I d memperoleh gaji pokok antara Rp 1.999.900 sampai Rp 2.901.400.
Gaji PNS Golongan II
Golongan II umumnya ditempati PNS lulusan SMA hingga diploma dengan tanggung jawab kerja yang lebih luas.
PNS golongan II a menerima gaji pokok mulai Rp 2.184.000 hingga Rp 3.633.400.
Golongan II b memiliki rentang gaji pokok Rp 2.385.000 sampai Rp 3.797.500.
Untuk golongan II c, besaran gaji pokok berkisar Rp 2.485.900 hingga Rp 3.958.200.
Sedangkan PNS golongan II d memperoleh gaji pokok antara Rp 2.591.000 sampai Rp 4.125.600.
Gaji PNS Golongan III
Golongan III biasanya diisi oleh PNS lulusan sarjana yang menjalankan fungsi teknis dan administratif strategis.
PNS golongan III a menerima gaji pokok mulai Rp 2.785.700 hingga Rp 4.575.200.
Golongan III b memiliki rentang gaji Rp 2.903.600 sampai Rp 4.768.800.
Untuk golongan III c, gaji pokok berada di kisaran Rp 3.026.400 hingga Rp 4.970.500.
Sementara itu, PNS golongan III d memperoleh gaji pokok antara Rp 3.154.400 sampai Rp 5.180.700.
Gaji PNS Golongan IV
Golongan IV ditempati PNS senior dengan jabatan struktural atau fungsional tingkat tinggi.
PNS golongan IV a menerima gaji pokok mulai Rp 3.287.800 hingga Rp 5.399.900.
Golongan IV b memiliki rentang gaji Rp 3.426.900 sampai Rp 5.628.300.
Untuk golongan IV c, besaran gaji pokok berkisar Rp 3.571.900 hingga Rp 5.866.400.
PNS golongan IV d memperoleh gaji pokok antara Rp 3.723.000 sampai Rp 6.114.500.
Sementara golongan IV e menerima gaji pokok tertinggi, yakni Rp 3.880.400 hingga Rp 6.373.200.
Dengan struktur tersebut, gaji PNS 2026 masih relatif stabil dan mengikuti kebijakan yang ditetapkan sebelumnya.
Kepastian perubahan gaji ASN ke depan masih menunggu keputusan resmi pemerintah dan pembahasan anggaran negara.
Bagi ASN, informasi ini penting sebagai acuan perencanaan keuangan dan pengelolaan kebutuhan rumah tangga.
Pemerintah sendiri masih memiliki ruang kebijakan untuk menyesuaikan gaji, seiring evaluasi kondisi fiskal nasional. (WAN)
















