BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Peristiwa longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas, tepatnya di ruas jalan Keniten–Peninis, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dilaporkan oleh warga yang melintas ke aparat Linmas desa.
Insiden tersebut menyebabkan sebagian badan jalan ambles, menciptakan kondisi berbahaya bagi para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan kendaraan berat.
Permukaan aspal di lokasi kejadian tampak menggantung dengan lapisan tanah dan batuan di bawahnya yang telah terbuka, menunjukkan adanya kerusakan serius pada struktur jalan.
Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan, terlebih saat dilalui kendaraan dalam kecepatan tinggi.
Longsor tersebut menambah deretan tantangan infrastruktur jalan di wilayah Banyumas yang kerap terdampak fenomena cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang rentan terhadap gerusan air.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Seksi Linmas Kabupaten Banyumas, Priyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan cepat dan pemantauan situasi di lapangan.
Pihak yang terlibat dalam penanganan awal ini antara lain BPBD Banyumas, UPTD DPU Wilayah Cilongok, Pemerintah Desa Windujaya, serta unsur TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Kedungbanteng.
“Kami sudah komunikasi lintas instansi untuk penanganan awal dan pemantauan situasi,” kata Priyo.
Sementara itu, Kepala UPTD DPU Wilayah Cilongok, Andi Kuncoro, menegaskan bahwa kejadian longsor di titik ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi pada 12 April 2025.
Dari hasil survei teknis terakhir, diketahui bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh longsor kali ini memiliki dimensi panjang 5 meter, tinggi 6 meter, dan lebar sekitar 2,2 meter.
“Berdasarkan survei terakhir, panjang kerusakan mencapai 5 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 2,2 meter,” jelas Andi.
Sebagai tindakan darurat, pihaknya telah memasang rambu peringatan di lokasi longsor untuk memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan mengalihkan kendaraan berat ke jalur alternatif melalui Windujaya Wetan dan Kalisalak guna mencegah beban tambahan pada titik longsor yang dapat memperparah kondisi jalan.
“Sementara baru pasang rambu peringatan adanya longsor,” ucapnya.
Langkah ini diambil untuk menghindari potensi kerusakan yang lebih luas serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Mengingat jalur Keniten–Peninis merupakan akses penghubung penting bagi aktivitas masyarakat, khususnya untuk keperluan logistik dan distribusi barang antar desa, penutupan akses untuk kendaraan berat menjadi kebijakan sementara yang paling rasional hingga penanganan struktural dilakukan.
Menurut informasi dari UPTD DPU, penyebab longsor ini tidak lepas dari faktor alam. Hujan deras yang turun secara intens dalam beberapa waktu terakhir, ditambah dengan gerusan air sungai di bawah jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi, menyebabkan erosi tanah yang menggerus bagian bawah jalan.
Kombinasi faktor ini memicu keretakan dan akhirnya menyebabkan badan jalan ambrol.
Saat ini, laporan kondisi longsor telah diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas agar segera dilakukan penanganan lebih lanjut.
Pihak UPTD berharap perbaikan permanen dapat segera dilakukan untuk mencegah risiko tambahan, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.
Penanganan cepat sangat diperlukan karena kerusakan jalan seperti ini dapat mengganggu arus lalu lintas dan berdampak pada aktivitas ekonomi serta pelayanan publik di daerah terdampak.
Masyarakat sekitar berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti laporan ini dengan tindakan konkret, tidak hanya berupa rambu peringatan, tetapi juga solusi perbaikan menyeluruh agar akses antarwilayah tidak terganggu dalam jangka panjang.
Jalan yang aman dan layak bukan hanya sarana transportasi, melainkan juga bagian dari pelayanan publik yang mendasar dan menyangkut keselamatan warga. (alw/*stch)
















