BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Ruas Jalan Soepardjo Roestam menjadi sorotan utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Ditetapkan sebagai target untuk mencapai status zero lubang sebelum penanganan besar secara menyeluruh dimulai, jalan ini menghadapi tantangan serius akibat kombinasi intensitas hujan yang tinggi dan umur layanan jalan yang sudah tua.
Kerusakan yang terjadi di jalur ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
Nandang Sungkono, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan komitmennya untuk memastikan keamanan pengendara di sepanjang ruas jalan ini.
Dalam pernyataannya, Nandang menekankan pentingnya tindakan segera untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Komitmen kami harus zero lubang,” kata Nandang saat menjelaskan langkah-langkah taktis yang sedang dilaksanakan oleh pihaknya.
Saat ini, fokus utama dari penanganan jalan berlubang adalah pada perbaikan darurat menggunakan metode patching.
Hal ini dimaksudkan agar jalan tetap fungsional dan aman bagi masyarakat.
“Kita terus lakukan penambalan,” ujarnya, menjelaskan bahwa meskipun bersifat sementara, langkah ini sangat penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Rencana jangka panjang untuk perbaikan jalan Soepardjo Roestam sudah disiapkan.
Penanganan mayor guna meningkatkan kualitas aspal direncanakan bakal dieksekusi dalam waktu dekat, baik tahun ini maupun tahun depan.
Dengan skema pengerjaan berupa overlay atau pelapisan ulang aspal sebanyak dua lapis, perbaikan ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen terhadap masalah kerusakan jalan yang berkepanjangan.
“Arahnya overlay dua lapis. Nanti sampai Klenteng Sokaraja, sekitar 2 km,” jelas Nandang merinci jangkauan perbaikan permanen tersebut.
Proyek perbaikan jalan ini tidak bisa dianggap remeh, karena alokasi anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 7 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang melalui konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk menyentuh aspek pendukung lainnya agar jalan tidak cepat rusak kembali.
“Jadi nanti kita tangani sekalian dengan saluran drainasenya,” pungkasnya mengenai rencana penanganan komprehensif di lapangan.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan tetapi juga memperhatikan sistem drainase yang berfungsi mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan aspal.
Dalam konteks infrastruktur transportasi, keberadaan jalan yang baik adalah kunci bagi mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ruas Jalan Soepardjo Roestam merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan berbagai kawasan di Purwokerto dan sekitarnya.
Dengan adanya upaya perbaikan dan pemeliharaan yang terencana dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas serta memperlancar arus barang dan orang. (res/ali/stch/dda)
















