Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pasar Hewan Ajibarang Ramai Jelang Idul Adha, Tapi Penjualan Sapi dan Domba Menurun

Aktivitas Mulai Ramai, Tapi Sepi TransaksiAktivitas Mulai Ramai, Tapi Sepi Transaksi

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Suasana di Pasar Hewan Ajibarang menjelang perayaan Idul Adha terlihat sangat ramai pada pasaran Rabu Pon (6/5).

Sejak pagi, area pasar dipenuhi oleh pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai daerah, termasuk Purbalingga, Bumiayu, hingga Banjarnegara.

Namun, meskipun keramaian ini terlihat mencolok, peningkatan transaksi tidak sejalan dengan jumlah pengunjung yang memadati lokasi tersebut.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku usaha di sektor jual beli hewan ternak.

Kondisi pasar tahun ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam penjualan hewan ternak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penurunan ini ditandai dengan lambatnya perputaran penjualan di lapangan. Harga hewan seperti domba dan kambing juga mengalami penurunan.

Sebagai contoh, harga domba yang biasanya berada di kisaran Rp3,5 juta untuk ukuran tertentu kini turun menjadi sekitar Rp3 juta.

Salah satu pedagang domba asal Bumiayu, Jito (60), mengungkapkan rasa kecewa atas kondisi pasar saat ini.

Ia mengatakan, “Sekarang malah turun. Dulu ukuran segini bisa Rp3,5 juta, sekarang paling Rp3 juta. Peminat juga berkurang, saya kurang tahu sebabnya apa.”

Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan sapi di Pasar Hewan Ajibarang. Daya beli masyarakat dinilai melemah meski harga sapi tetap relatif tinggi.

Dari 12 ekor sapi yang dibawa oleh seorang pedagang asal Banjarnegara, hingga menjelang siang hanya empat ekor yang berhasil terjual.

Eko, salah satu pedagang yang juga beroperasi di pasar tersebut, menyebutkan bahwa kondisi tahun ini terasa berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia menjelaskan bahwa harga domba dan kambing mengalami penurunan, sementara untuk sapi meskipun harganya tetap tinggi, tetapi permintaan dari konsumen menurun.

Harga sapi bervariasi tergantung pada kualitas dan ukuran hewan tersebut. Sapi dengan kualitas bagus dan gemuk dijual mulai dari Rp25 juta, sedangkan untuk ukuran lebih kecil dapat ditemukan dengan harga lebih rendah.

Ujang, pedagang lain asal Sokaraja, juga mencatat bahwa transaksi pada tahun ini jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dari 15 ekor sapi yang dibawanya ke pasar, hingga siang hari baru tiga ekor yang terjual.

“Lebih sepi dibanding tahun kemarin. Saya juga bingung, khususnya di Ajibarang ini terasa sepi. Katanya ada isu soal calo,” ungkap Ujang.

Ketika membandingkan Pasar Hewan Ajibarang dengan Pasar Hewan Bumiayu, Ujang mencatat bahwa Bumiayu masih lebih hidup dan aktif dalam hal transaksi jual beli hewan ternak.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa Pasar Hewan Bumiayu mampu mencatat penjualan hingga 25 ekor sapi dalam sekali pasaran.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dalam dinamika pasar antara kedua lokasi tersebut.

Para pedagang mengamati bahwa meskipun keramaian pengunjung meningkat menjelang Idul Adha, daya beli masyarakat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Beberapa faktor mungkin mempengaruhi situasi ini, termasuk kondisi ekonomi masyarakat yang masih terpengaruh oleh dampak pandemi COVID-19 serta meningkatnya biaya hidup sehari-hari.

Pasar Hewan Ajibarang merupakan salah satu tempat penting bagi para peternak dan pedagang hewan ternak di kawasan Banyumas dan sekitarnya.

Setiap tahunnya menjelang Idul Adha, pasar ini selalu menjadi pusat perhatian bagi para pembeli yang ingin mendapatkan hewan kurban berkualitas untuk disembelih pada hari raya tersebut.

Namun kali ini tampaknya banyak pihak yang merasa khawatir karena kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat berdampak pada tradisi berkurban masyarakat.

Pihak penyelenggara pasar maupun pemerintah setempat perlu mencari solusi untuk meningkatkan kembali daya beli masyarakat sekaligus menarik minat pengunjung agar aktif dalam melakukan transaksi jual beli di Pasar Hewan Ajibarang. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Terapkan Sistem Jemput Bola

Disdukcapil Cilacap Jemput Bola ke Lapas Nusakambangan, Puluhan Warga Binaan Rekam E-KTP

Berita Selanjutnya
Pengurus OSIS Bertualang di Rahayu River Tubing

48 Pengurus OSIS MTsN 2 Kebumen Ikuti Outbound Seru di Rahayu River Tubing Padureso