BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya memperkuat operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Banyumas, penambahan armada menjadi langkah penting yang terus digenjot.
Pada Rabu, 6 Mei 2023, sebanyak 30 unit mobil pikap Mahindra 4×4 secara resmi diserahkan di Mako Kodim 0701/Banyumas.
Kendaraan ini dirancang khusus untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan logistik koperasi hingga ke pelosok desa, memberikan akses yang lebih baik untuk masyarakat.
Mobil pikap Mahindra dipilih karena kemampuan tangguhnya dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses oleh kendaraan biasa.
Hal ini sangat penting mengingat banyaknya lokasi pedesaan di Banyumas yang memiliki infrastruktur jalan yang masih terbatas.
Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah titik KDMP yang ada.
“Harapannya nanti di desa bisa masuk sampai ke pelosok-pelosok, untuk mengambil hasil-hasil pertanian yang akan dijual ataupun distribusi produk-produk yang dijual di Koperasi Merah Putih,” ujar Danrem 071/Wijayakusuma.
Penambahan armada ini bukanlah langkah pertama dalam memperkuat operasional KDMP.
Sebelumnya, pada Jumat, 24 April 2023, sebanyak 30 unit truk Hino telah dikerahkan untuk mendukung distribusi logistik dan hasil produksi masyarakat desa.
Dengan adanya tambahan armada berupa pikap, jangkauan distribusi diharapkan semakin luas dan fleksibel.
Ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pengembangan sektor pertanian serta meningkatkan perekonomian lokal melalui koperasi.
Selain penyerahan kendaraan, kegiatan tersebut juga mencakup peninjauan kesiapan fasilitas pendukung KDMP di Banyumas.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa operasional koperasi berjalan optimal di setiap titik layanan.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program tersebut.
Ia menjelaskan bahwa KDMP merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi daerah.
“Saya yakin kalau dikelola dengan profesional, apalagi ada koordinator yang nanti mengawasi, koperasi ini bisa berjalan dan berkembang,” katanya dengan penuh keyakinan.
Saat ini terdapat sekitar 335 KDMP yang tersebar di 331 desa dan kelurahan di Banyumas. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya jaringan koperasi yang siap dikembangkan dan menjadi potensi bagi masyarakat.
Meski demikian, perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu mulus. Terdapat sejumlah kendala seperti penyediaan lahan di beberapa wilayah yang menjadi tantangan bagi perkembangan KDMP.
Namun, pemerintah daerah tetap optimistis hambatan-hambatan tersebut dapat segera teratasi dengan kerjasama semua pihak terkait.
Di sisi lain, Kepala Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Dino Sudjanto menyambut positif tambahan armada operasional ini. Ia menilai kendaraan-kendaraan baru tersebut akan sangat membantu aktivitas koperasi di tingkat desa.
“Kami merasa senang, mudah-mudahan unit-unit yang sudah kami terima benar-benar bermanfaat, terutama untuk operasional KDMP dan masyarakat,” ujarnya.
Dino juga menambahkan bahwa KDMP Kaliori menjadi salah satu yang paling siap beroperasi di Banyumas. Bangunan koperasi telah rampung sepenuhnya dan sejumlah unit usaha telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Dengan adanya armada baru dan fasilitas yang memadai, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi semakin mendekati kenyataan. (zet/stch/dda)
















