Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ruko Jadi Sasaran Vandalisme, Coretan Grafiti Cemari Wajah Kota Purwokerto

Ruko jadi sasaran grafiti liarRuko jadi sasaran grafiti liar
Coretan grafiti liar terlihat di ruko sekitar Jalan Jenderal Soedirman

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kondisi jalanan di Purwokerto semakin meresahkan warga akibat maraknya vandalisme berupa grafiti liar.

Sejumlah ruas jalan protokol, terutama di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman arah timur, kini menjadi sasaran utama aksi vandalisme.

Coretan ini menjadikan pintu-pintu gulung dan dinding rumah toko (ruko) yang sedang tutup sebagai “kanvas” bagi para pelaku vandalisme.

Hampir setiap pintu ruko di kawasan tersebut kini dipenuhi dengan berbagai gambar dan tulisan berukuran besar yang mengganggu estetika bangunan.

Para pemilik properti merasa sangat dirugikan oleh aksi vandalisme ini. Penampilan bangunan mereka kini terlihat kotor dan tidak terawat, yang tentunya dapat mempengaruhi nilai properti serta daya tarik bisnis mereka.

Salah seorang pemilik ruko di Jalan Jenderal Soedirman, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa pasrahnya melihat pintu tokonya penuh dengan coretan warna-warni.

“Saya tidak tahu siapa dan kapan pintu ruko saya dicoret-coret. Setidaknya izin dulu,” keluhnya saat ditemui oleh awak media pada Rabu (29/10).

Ungkapan ini menunjukkan kekecewaannya terhadap tindakan yang dilakukan tanpa izin dan sepengetahuan pemilik.

Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut memiliki pandangan yang beragam mengenai maraknya grafiti ini.

Alfin, seorang pengendara motor, memberikan pendapat bahwa hasil coretan dapat terlihat menarik jika masih baru namun lama-kelamaan justru membuat suasana jalan tampak kumuh.

“Kalau coretannya baru, masih terlihat bagus. Tapi kalau sudah lama warnanya pudar, jadi kelihatan kumuh gitu,” ujarnya sambil melirik deretan dinding yang penuh dengan coretan.

Pantauan lebih lanjut di lapangan menunjukkan bahwa fenomena serupa juga terjadi di berbagai sudut kota Purwokerto lainnya.

Tembok-tembok bangunan publik maupun privat kini banyak dipenuhi coretan grafiti liar yang memperburuk pemandangan kota.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan mengingat upaya pemerintah setempat untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih dan rapi agar bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Vandalisme bukan hanya masalah estetika, tetapi juga berdampak pada aspek sosial ekonomi kota.

Dengan citra kota yang terlihat kumuh dan tidak terawat akibat coretan-coretan liar ini, potensi penurunan daya tarik wisata serta kerugian ekonomi bagi pelaku usaha lokal sangat mungkin terjadi.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk menanggulangi masalah tersebut.

Di sisi lain, ada sebagian kelompok masyarakat yang menganggap grafiti sebagai bentuk ekspresi seni jalanan yang seharusnya dihargai.

Namun, ekspresi seni ini sering kali berbenturan dengan batasan hukum dan etika ketika dilakukan tanpa izin serta merusak properti orang lain.

Kepolisian setempat bersama instansi terkait perlu meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku vandalisme agar dapat memberikan efek jera sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas.

Sosialisasi mengenai dampak negatif vandalisme juga perlu digalakkan kepada masyarakat terutama generasi muda agar mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.

Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, serta komunitas lokal untuk mencari solusi terbaik dalam menangani masalah vandalisme ini.

Selain penegakan hukum, pendekatan edukatif melalui kampanye kesadaran publik bisa menjadi langkah awal dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Fenomena vandalisme di Purwokerto ini seharusnya menjadi bahan refleksi bagi semua pihak terkait pentingnya menghargai ruang publik dan menjaga estetika lingkungan demi kebaikan bersama.

Dengan adanya kesadaran kolektif dari berbagai elemen masyarakat, harapannya fenomena serupa dapat diminimalisir sehingga Purwokerto mampu menjadi kota yang tertata dengan baik serta nyaman untuk ditinggali. (jeb/dda)

Berita Sebelumnya
Angka perceraian asn tinggi, 35 kasus masuk pengadilan

35 ASN Cilacap Ajukan Perceraian, BKPSDM dan PA Turun Tangan

Berita Selanjutnya
Lookman gagalkan tiga poin milan

AC Milan vs Atalanta Berakhir Imbang 1-1, Lookman Gagalkan Tiga Poin Rossoneri