BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan. Pada Rabu (21/1), kurs rupiah tercatat menembus angka Rp 16.965 per dolar AS.
Meskipun demikian, terjadi sedikit penguatan sebesar 3,75 poin atau sekitar 0,022 persen dari perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.971 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa depresiasi rupiah ini belum akan berhenti dalam waktu dekat.
Dia bahkan memprediksi bahwa pada penutupan perdagangan hari itu, rupiah berpotensi melemah lebih lanjut hingga mencapai Rp 16.980 per dolar AS.
“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif tapi ditutup melemah di rentang Rp 16.950 – Rp 16.980,” katanya dalam analisisnya pada Rabu (21/1).
Salah satu faktor utama yang memicu pelemahan nilai tukar rupiah adalah kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tuntutan atas Greenland.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Trump tidak secara tegas menyatakan apakah akan mengerahkan militer ke pulau tersebut.
Kekhawatiran mengenai intervensi militer AS semakin meningkat sejak Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada bulan Januari lalu.
Kehadiran Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss juga menjadi sorotan global.
Di sana, presiden AS tersebut kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa untuk membahas isu-isu penting yang sedang berlangsung.
“Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari,” jelas Ibrahim.
Bea tambahan itu utamanya akan dikenakan pada barang-barang impor dari negara-negara seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris.
Jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai sebelum Juni 2026, bea tersebut dapat meningkat menjadi 25 persen.
Dampak dari kebijakan ini juga terasa di sejumlah bank besar di Indonesia yang mencatat kenaikan harga jual beli dolar AS.
Misalnya saja di laman resmi Bank BCA, harga jual dolar AS di TT Counter tercatat sebesar Rp 17.095 dengan harga beli Rp 16.795 per dolar AS.
Sementara itu di Bank BNI, harga jual dolar telah menembus angka Rp 16.984 dan harga beli mencapai Rp 16.964 per dolar AS.
Di sisi lain, Bank BRI melaporkan harga jual dolar pada posisi Rp 16.975 dengan harga beli sebesar Rp 16.948 per dolar AS.
Sedangkan di Bank BTN, harga jual dolar tercatat sebesar Rp 16.900 dengan harga beli Rp 16.650 per dolar AS.
Bank CIMB Niaga juga mencatatkan kenaikan dimana harga jual dolar mencapai Rp 16.968 dan harga beli berada di posisi Rp 16.953 per dolar AS.
Bank Mandiri bahkan menunjukkan harga jual tertinggi sebesar Rp 17.070 dengan harga beli sebesar Rp 16.980 per dolar AS.
Kondisi ini tentunya menjadi perhatian banyak pihak mengingat stabilitas nilai tukar sangat penting bagi perekonomian nasional dan internasional (*/stch/dda)
















