BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Salah satu gempa bumi terkuat dalam sejarah modern mengguncang kawasan Pasifik Utara pada Rabu pagi waktu setempat.
Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 ini terjadi di semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh. Dengan intensitas yang sangat tinggi, gempa ini memicu tsunami yang dampaknya terasa hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Gempa Kamchatka ini tercatat sebagai salah satu yang paling kuat secara global sejak gempa besar berkekuatan 9,0 skala richter yang melanda Jepang pada Maret 2011.
Gempa tersebut dikenal karena menyebabkan tsunami besar dan bencana nuklir Fukushima. Dengan magnitudo 8,7, gempa Kamchatka masuk dalam deretan guncangan paling dahsyat dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 08.25 waktu Jepang. Pusat gempa berada sekitar 119 kilometer tenggara dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman 20,7 kilometer. USGS mencatat bahwa ini merupakan gempa terkuat yang mengguncang kawasan Kamchatka sejak tahun 1952.
Lembaga Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengonfirmasi bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka.
Mereka juga memperingatkan adanya kemungkinan gempa susulan hingga satu bulan ke depan, salah satunya telah tercatat berkekuatan magnitudo 6,9.
Gubernur Kamchatka, Valery Limarenko, mengumumkan bahwa seluruh warga Severo-Kurilsk telah dievakuasi ke dataran tinggi dan berada dalam kondisi aman setelah wilayah tersebut menjadi yang pertama terkena dampak tsunami.
Di kota Petropavlovsk-Kamchatsky yang berpenduduk sekitar 180.000 jiwa, dilaporkan terjadi kerusakan bangunan serta gangguan jaringan listrik dan komunikasi. Namun demikian tidak ada laporan mengenai korban luka serius.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa sebanyak 53 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Federal Timur Jauh Rusia tidak terdampak langsung oleh gempa maupun tsunami tersebut.
Direktur Pelindungan WNI, Judha Nugraha menyatakan bahwa “Perwakilan Republik Indonesia sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menjalin komunikasi dengan para WNI di wilayah terdampak untuk mengetahui dampak gempa terhadap keselamatan WNI,” ujar Judha pada Rabu (30/7).
Tsunami akibat gempa ini memicu peringatan darurat yang menyebar hingga pesisir barat Amerika Utara, Hawaii, Jepang, Filipina dan Selandia Baru.
Sirene peringatan sempat berbunyi di Honolulu dan warga diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Otoritas Manajemen Darurat Oregon bahkan memperkirakan gelombang tsunami setinggi antara 30 hingga 60 sentimeter akan menghantam pesisir Amerika pada pukul 23.40 waktu setempat.
Negara bagian lain seperti California, Washington dan British Columbia di Kanada juga masuk dalam status waspada.
Di Jepang sendiri, tsunami setinggi 40 sentimeter terdeteksi di Tokachi wilayah pantai selatan Pulau Hokkaido.
Semua pembangkit listrik tenaga nuklir dilaporkan aman termasuk PLTN Fukushima Daiichi dimana operator Tokyo Electric Power Company Holdings mengevakuasi sekitar 4.000 pekerjanya sebagai tindakan pencegahan.
Sementara itu Filipina melalui Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi mereka yaitu Teresito Bacolcol mengimbau masyarakat agar menjauh dari pesisir timur karena gelombang tsunami kecil dapat berlangsung berjam-jam dan berpotensi membahayakan warga yang berada di perairan.
Selandia Baru juga mengeluarkan peringatan nasional terhadap “arus kuat dan tidak biasa serta gelombang tak terduga” di sepanjang garis pantainya dengan pemerintah meminta warganya untuk menjauhi pantai pelabuhan serta estuari demi keselamatan mereka.
Di Indonesia Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa tsunami dari gempa Rusia telah mencapai beberapa wilayah Papua yakni Jayapura (0,2 meter), Sarmi (0,1 meter) sementara Sorong masih belum terverifikasi tinggi gelombangnya.
Bahkan sebuah alat pengukur tsunami atau “tsunami gauge” di Pelabuhan Sarmi mencatat ketinggian gelombang mencapai 19 sentimeter pada Rabu sore hari itu.
“Deteksi tersebut menjadi indikasi bahwa gelombang tsunami telah memasuki wilayah perairan Indonesia,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono pada kesempatan itu di Jakarta.
Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk sepuluh wilayah Indonesia dengan status waspada meliputi Talaud Kota Gorontalo Halmahera Utara Manokwari Raja Ampat Biak Numfor Supiori Sorong Jayapura serta Sarmi dimana gelombang diperkirakan akan mencapai pantai-pantai tersebut antara pukul 14.00 hingga 16.30 WIT.
“Berdasarkan laporan PTWC gempa bumi ini berpotensi menyebabkan tsunami di wilayah Rusia Jepang Alaska Filipina Hawaii serta Guam,” jelas Daryono lebih lanjut.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut juga berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status waspada ketinggian kurang dari 0,5 meter.” jelasnya.
BMKG menghimbau masyarakat terutama mereka yang berada di daerah pesisir agar tetap tenang namun tetap waspada dengan menjauhi pantai serta terus memantau informasi dari kanal resmi BMKG saja.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” tegas Daryono menutup keterangannya kepada awak media. (*/stch)
















