BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Masalah penumpukan sampah di saluran irigasi sekunder Sumpiuh, khususnya di Desa Kemiri, telah menarik perhatian publik. Kondisi ini tidak hanya menjadi keluhan bagi para petani yang bergantung pada aliran air untuk mengairi sawah mereka tetapi juga pengguna jalan yang melintas di daerah tersebut.
Sampah yang menumpuk di saluran ini berpotensi menghambat aliran air ke lahan pertanian dan menimbulkan bau tidak sedap serta kemungkinan tercecer ke jalan raya.
Mantri Pengairan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Teguh Dumadi, menyatakan bahwa penumpukan sampah berdampak langsung pada pengairan sekitar 90 hektare sawah.
“Sampah rumah tangga dibuang ke irigasi, banyak pampers juga. Petani mengeluhkan tersendatnya pengairan ke 90 hektare sawah,” ungkap Teguh pada Senin (1/9).
Teguh menjelaskan bahwa bangunan irigasi ini dijadwalkan akan ditutup sementara untuk proses pengurasan sedimen sekaligus pembersihan sampah yang telah mencapai hingga sepuluh kubik.
Permasalahan sampah tidak hanya berhenti pada masalah pengairan. Keberadaan tumpukan sampah ini ternyata juga berdampak pada kondisi infrastruktur di sekitar lokasi. Selama ini, ada pekerjaan kepras bahu jalan yang lebih tinggi dari badan jalan utama.
Kondisi ini menyebabkan genangan air saat hujan turun, mempercepat kerusakan aspal dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas.
“Genangan air di badan jalan membuat aspal cepat rusak dan mengganggu pengguna jalan yang melintas,” tambah Teguh dengan nada khawatir akan dampak jangka panjangnya.
Di sisi lain, upaya untuk mengatasi masalah ini juga datang dari Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni.
Ia menghimbau kepada pemerintah desa untuk lebih gencar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik.
“Harus disampaikan dalam setiap pertemuan irigasi bukan tempat membuang sampah. Di lokasi juga sudah kami pasang banner,” jelas Titien mengenai langkah-langkah preventif yang telah dilakukan.
Tindakan konkret ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar saluran irigasi dapat berfungsi secara optimal tanpa gangguan.
Sosialisasi dan edukasi dianggap sebagai langkah penting agar kesadaran warga meningkat dan perilaku membuang sampah sembarangan bisa dicegah.
Selain langkah edukatif, penanganan secara teknis juga dilakukan dengan membersihkan saluran dari tumpukan sampah yang jumlahnya mencapai sepuluh kubik seperti tercatat dalam laporan lapangan terbaru.
Proses pembersihan ini diharapkan dapat memulihkan aliran air ke area persawahan sehingga petani dapat kembali memanfaatkan fasilitas irigasi dengan baik tanpa ada gangguan lagi.
Kondisi infrastruktur seperti bahu jalan juga menjadi perhatian penting karena tingginya bahu jalan dibandingkan dengan badan jalan utama menimbulkan genangan air saat hujan deras turun. Penyesuaian akan dilakukan agar aliran air hujan dapat tertangani dengan lebih baik sehingga kerusakan aspal dapat diminimalkan.
Keberhasilan dalam menangani masalah sampah dan infrastruktur ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum.
Dengan adanya upaya bersama yang terkoordinasi, hambatan-hambatan seperti penumpukan sampah di saluran irigasi dapat ditekan sehingga fungsi irigasi bisa berjalan lancar demi mendukung produktivitas pertanian setempat.
Melihat kompleksitas permasalahan ini, evaluasi rutin terhadap sistem irigasi dan kondisi infrastruktur sangat diperlukan guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Perawatan berkala dan inspeksi teratur adalah kunci agar kedua aspek vital tersebut tetap berfungsi optimal tanpa terganggu oleh faktor eksternal seperti sampah atau genangan air.
Dengan demikian, inisiatif dari berbagai pihak termasuk partisipasi aktif masyarakat setempat sangat penting dalam menciptakan lingkungan bersih dan infrastruktur yang berkualitas demi keberlangsungan aktivitas pertanian dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Sumpiuh dan sekitarnya. (fij/stch)
















