Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Satu Rumah di Kesugihan Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 120 Juta

Satu rumah di kesugihan terbakarSatu rumah di kesugihan terbakar
TERBAKAR : Kondisi rumah milik warga Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan saat terbakar serta paska penanganan swadaya antara Damkar, relawan dibantu masyarakat.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah peristiwa kebakaran melanda rumah milik Warsiman, seorang warga Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan pada Sabtu malam, 26 Juli sekitar pukul 20.50 WIB.

Kebakaran ini pertama kali disadari oleh warga yang sedang dalam perjalanan menuju pos ronda.

Awalnya, mereka mengira api yang terlihat dari kejauhan hanyalah pembakaran sampah biasa. Namun, ketika didekati, ternyata api tersebut berasal dari rumah Warsiman dan sudah membesar.

Plt. Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Kasidi, memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

“Setelah didekati ternyata rumah yang terbakar adalah milik salah satu warga, kemudian saksi segera meminta pertolongan,” ujar Kasidi saat dikonfirmasi pada Minggu, 27 Juli.

Menyaksikan situasi genting tersebut, warga dengan sigap berusaha memadamkan api secara swadaya menggunakan alat seadanya. Mereka juga segera melaporkan kejadian ini kepada Pos Pemadam Kebakaran Cilacap untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

“Setelah menerima laporan petugas segera meluncur ke lokasi. Namun, karena akses jalan menuju lokasi kebakaran sangat sulit dan tidak tersedia sumber air memadai untuk pemadaman,” lanjut Kasidi.

Kendala yang dihadapi tim pemadam kebakaran dan warga setempat adalah sulitnya akses menuju lokasi dan minimnya sumber air di sekitar tempat kejadian.

Kondisi ini memaksa mereka untuk melakukan upaya pemadaman secara mandiri dengan memanfaatkan air seadanya yang tersedia.

Menurut dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh pawon atau dapur tradisional berbahan bakar kayu yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah.

Pada saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Warsiman sedang menghadiri acara keluarga di rumah anaknya untuk pemberian nama cucu.

Kasidi menambahkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, kerugian materiil yang dialami cukup signifikan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta akibat kebakaran tersebut.

Berkat gotong royong warga dan kesigapan tim pemadam kebakaran serta relawan yang turut membantu, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

“Petugas bersama warga terpaksa melakukan upaya swadaya dengan memanfaatkan air seadanya, karena lokasi jauh dari sumber air,” jelas Kasidi lebih lanjut.

Dia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan tidak diawasi.

Kesigapan masyarakat setempat dalam merespons situasi darurat seperti ini patut diapresiasi. Tanpa kerjasama antara warga dan tim pemadam kebakaran serta relawan lainnya, mungkin dampak dari kebakaran ini bisa menjadi lebih parah.

Kejadian seperti ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya tindakan pencegahan kebakaran di lingkungan sekitar kita.

Memastikan bahwa sumber-sumber api seperti pawon telah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah adalah langkah kecil namun krusial dalam mencegah bencana serupa terjadi di masa depan.

Melalui peristiwa ini pula kita dapat belajar mengenai kekuatan solidaritas masyarakat dalam menghadapi musibah bersama-sama meski dengan keterbatasan alat dan fasilitas yang ada. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Gowes dari kota satria sampai pulau dewata

Usia Hanya Angka! Komunitas Sepeda Purwokerto Gowes dari Kota Satria Sampai Pulau Dewata

Berita Selanjutnya
Wristband meta

Meta Kembangkan Wristband yang Bisa Baca Otot dan Kontrol Layar Komputer