BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Tim sepak bola Persibangga Purbalingga kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi Liga 4 musim ini dengan serius.
Setelah menjalani proses seleksi pemain Persibangga Purbalingga di Stadion Goentoer Darjono hingga Rabu (24/9), tim yang berada di bawah komando pelatih Imran Amirullah telah terbentuk sekitar 70 persen.
Meski demikian, persiapan ini tak lepas dari catatan penting mengenai minimnya pemain lokal yang berhasil bersaing. Proses seleksi yang dilakukan menunjukkan bahwa dari puluhan pemain yang mengikuti, hanya lima pemain asli Purbalingga yang dinyatakan lolos.
Manajer Persibangga, Hamzah Asadullah, mengungkapkan, “Tim sudah terbentuk 70 persen. Tinggal mencari kekurangan untuk pemain dengan kualitas di atas rata-rata,” ujarnya pada Kamis (25/9).
Pernyataan ini menyoroti tantangan bagi pemain lokal untuk bersaing dengan pemain dari luar daerah.
“Hanya ada lima pemain asal Purbalingga yang dinyatakan lolos oleh tim pelatih,” tambah Hamzah.
Tim Laskar Soedirman, sebutan bagi Persibangga, direncanakan terdiri dari 25 hingga 27 pemain. Meski regulasi Liga 4 memungkinkan setiap tim mendaftarkan hingga 30 pemain, jajaran pelatih lebih memilih menyisakan beberapa slot kosong.
Langkah ini diambil agar tetap ada ruang untuk menambah pemain baru tanpa harus mengganti pemain yang sudah terdaftar sebelumnya. Diharapkan keputusan strategis ini dapat membantu Persibangga tampil kompetitif dan mencapai target promosi ke Liga 3.
Setelah proses seleksi selesai dilaksanakan, para pemain sementara dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, pelatih dan manajemen tetap aktif mencari tambahan pemain berkualitas untuk melengkapi skuad secara penuh.
Para pemain dijadwalkan akan kembali berkumpul untuk menjalani latihan perdana pada 1 Oktober mendatang.
“Pemain kami pulangkan. Sedangkan tim pelatih sedang mencari tambahan pemain. Latihan perdana tanggal 1 Oktober 2025,” kata Hamzah.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan strategi perekrutan yang fleksibel, harapannya Persibangga mampu menunjukkan performa terbaik mereka di Liga 4 musim ini dan meraih tujuan promosi ke Liga yang lebih tinggi.
Sebagai kelanjutan dari upaya pembentukan tim ini, penting bagi jajaran pelatih dan manajemen untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas teknis dan taktikal para pemain tetapi juga membangun mentalitas juara dalam diri setiap anggota tim.
Kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi pertandingan serta memanfaatkan kekuatan kolektif menjadi kunci bagi Persibangga dalam menghadapi setiap tantangan di kompetisi mendatang.
Dengan kombinasi antara talenta lokal dan kualitas dari luar daerah, diharapkan Laskar Soedirman dapat memberikan penampilan terbaiknya sehingga mampu bersaing secara kompetitif.
Di sisi lain, tantangan lainnya bagi tim adalah menjaga kebugaran fisik serta menghindari cedera yang dapat mengganggu kesiapan tim dalam jangka panjang.
Oleh karena itu program latihan harus dirancang sedemikian rupa agar mampu meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh para pemain.
Dalam konteks pengembangan potensi lokal pula menjadi perhatian utama bagi Persibangga ke depan agar dapat melahirkan bibit-bibit unggul dari Purbalingga sendiri melalui pembinaan usia dini maupun program pengembangan sepak bola berkelanjutan.
Dengan segala persiapan tersebut mari kita nantikan bagaimana kiprah Persibangga dalam mengarungi ketatnya persaingan di Liga 4 nanti serta apakah mereka mampu meraih prestasi gemilang sesuai harapan semua pihak terkait termasuk dukungan penuh dari masyarakat pecinta sepak bola setempat.(tya/dda)
















