Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Situs Panembahan Patra Kusuma Maos Dirawat Setiap Bulan Suro, Simpan Manuskrip Kuno Tahun 1515

Bulan Suro, Bersih Bersih Situs Panembahan Patra KusumaBulan Suro, Bersih Bersih Situs Panembahan Patra Kusuma
SITUS : Anggota Paguyuban Songsong Agung Bawono usai melakukan bersih-bersih area Patra Kusuma di Kecamatan Maos

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tradisi Bulan Suro kembali dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Cilacap untuk merawat warisan budaya dan sejarah daerah.

Salah satunya dilakukan Paguyuban Songsong Agung Bawono yang menggelar kerja bakti membersihkan kawasan Situs Panembahan Patra Kusuma di Kecamatan Maos.

Kegiatan rutin tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian situs bersejarah yang diyakini memiliki peran penting dalam awal perkembangan wilayah Maos.

Sekretaris Paguyuban Songsong Agung Bawono, Pandu Bayu Laksono, mengatakan kegiatan bersih-bersih dilakukan setiap Bulan Suro sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Panembahan Patra Kusuma sekaligus menjaga kondisi situs agar tetap terawat.

Menurutnya, Panembahan Patra Kusuma merupakan sosok yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Maos.

Oleh karena itu, keberadaan situs tersebut perlu dijaga agar tetap menjadi bagian dari identitas sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Pandu menjelaskan, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Panembahan Patra Kusuma dikenal sebagai cikal bakal berdirinya wilayah Maos.

Pada masa lampau, kawasan yang kini menjadi Kecamatan Maos dan Kecamatan Sampang diyakini masih merupakan satu wilayah yang dibuka oleh Panembahan Patra Kusuma.

Keberadaan situs tersebut tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menyimpan peninggalan yang hingga kini masih menjadi misteri.

Di lokasi itu ditemukan sebuah manuskrip kuno berupa lempengan kuningan bertuliskan huruf Jawa Pegon yang diperkirakan berasal dari tahun 1515.

Meski telah menjadi perhatian berbagai pihak, isi tulisan pada manuskrip tersebut hingga kini belum berhasil diterjemahkan.

Keberadaan naskah kuno tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus sumber penelitian sejarah yang masih terus dikaji.

Pandu mengatakan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap telah memfasilitasi proses penerjemahan manuskrip tersebut dengan melibatkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang aksara kuno.

Namun, hingga saat ini proses penelitian masih berlangsung dan arti tulisan pada lempengan kuningan tersebut belum dapat dipastikan.

Keberadaan manuskrip tersebut diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai sejarah Panembahan Patra Kusuma maupun perkembangan wilayah Maos pada masa lampau apabila nantinya berhasil diterjemahkan.

Selain menjaga kebersihan kawasan situs, kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana mempererat kebersamaan anggota paguyuban sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya dan peninggalan sejarah lokal.

Paguyuban Songsong Agung Bawono berharap tradisi merawat Situs Panembahan Patra Kusuma dapat terus dilaksanakan setiap Bulan Suro.

Dengan demikian, keberadaan situs bersejarah tersebut tetap terpelihara dan semakin dikenal masyarakat luas sebagai salah satu aset budaya serta destinasi sejarah penting di Kabupaten Cilacap.

Melalui pelestarian situs dan upaya mengungkap isi manuskrip kuno yang ditemukan di kawasan tersebut, masyarakat berharap sejarah Panembahan Patra Kusuma dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Cilacap. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Banyumas Bakal Terima Becak Listrik Lagi

Program Becak Listrik Presiden Berlanjut, Banyumas Berpeluang Terima Ratusan Unit Lagi

Berita Selanjutnya
Utang Luar Negeri Naik Jadi US$ 444,4 M

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.029 Triliun pada Mei 2026